Bagaimana Cara Memilih Supplier Bisnis yang Tepat?

Hal-hal yang Harus Diketahui untuk Memilih Supplier Bahan Baku yang Tepat

Hal-hal yang Harus Diketahui untuk Memilih Supplier Bahan Baku yang Tepat

Memilih Supplier

Menurut studi manajemen dari analisa Porter, ada beberapa hal yang dapat menjadi pertimbangan untuk menilai posisi dan kekuatan bisnismu. Salah satunya adalah perihal daya tawar dengan supplier. Nggak bisa dipungkiri supplier merupakan rekan bisnis yang penting karena mereka mempengaruhi kekuatan produksi dan omzet bisnismu secara langsung. Nah, untuk itu memilih supplier menjadi salah satu hal penting dalam usahamu.

Bisa dibayangkan bukan, jika tiba-tiba saja harga bahan baku melejit naik secara sepihak dari supplier bisnismu. Tentu saja hal itu akan mempengaruhi perhitungan pendapatan dan operasional bisnis. Bahkan, seringkali bisnis bisa bangkrut dikarenakan masalah supplier bahan baku.

Nah, melihat peran supplier yang penting bagi bisnis, nggak salah dong jika kamu wajib berhati-hati dalam memilih supplier? Jangan sampai supplier kamu bersikap semena-mena dan merugikan bisnis. Untuk itu, kamu perlu tahu cara memilih supplier yang tepat untuk bisnismu. Yuk, simak ulasan tips memilih supplier di bawah ini.

1. Perhatikan Kualitas Bahan Baku yang Diberikan

Memilih Supplier

Sumber Gambar: Pia
Kualitas bahan baku adalah poin pertama yang harus kamu pertimbangkan dalam memilih supplier. Karena, kualitas bahan baku akan langsung bersinggungan dengan produk akhir dari bisnis kamu. Yang mana, hal itu akan berpengaruh pada kepuasan pelanggan yang menjadi pemakai produk atau jasa yang kamu berikan.

Saat survey, pastikan kualitas bahan baku yang disediakan memang benar-benar sesuai dengan level yang kamu cari. Untuk memastikan ini, kamu pun bisa mencari tahu dari pelanggan lain mengenai supplier tersebut ataupun membaca review yang ada di internet.

Untuk supplier bahan makanan khususnya. Semisal kamu mencari supplier daging, kamu pun harus memastikan sertifikasi, penanganan daging, kemasan, kebersihan, dan aspek lainnya agar sesuai dengan standar minimal. Jika kamu membuka warung halal, kamu bisa menanyakan sertifikasi halal dari daging tersebut. Kamu pun bisa berkunjung dan mengamati bagaimana calon suppliermu ini memperlakukan ternak yang dipotong.

Mengapa harus sejeli itu? Karena khusus supplier bahan baku makanan, jika kamu nggak memilih supplier dengan jeli, bisa saja bahan makanan yang dipasok adalah bahan makanan yang berkualitas rendah, mudah busuk, bahkan rentan virus atau bakteri. Hal-hal di atas berisiko memberikan penyakit atau efek samping pada pelangganmu. Nggak mau kan kamu dituntut dan nama bisnismu tercemar hanya karena salah memilih supplier bahan baku yang tepat?

Bahkan, kalau perlu, kamu bisa meminta garansi atas kualitas bahan baku yang telah disepakati. Jika pengiriman kualitas bahan baku nggak sesuai dengan apa yang tertulis dalam kontrak atau atas perjanjian yang disepakati, maka apa garansi yang akan diberikan oleh supplier tersebut? Pastikan kamu menanyakan hal ini sebelum memilih supplier untuk diajak bekerjasama.

2. Perhatikan Kapasitas Calon Supplier Bahan Baku Bisnismu

Memilih Supplier

Sumber Gambar: Kargo
Setelah kamu menemukan level kualitas bahan baku yang cocok, cari tahu juga seberapa besar jumlah bahan baku yang dapat disediakan oleh calon suppliermu. Jangan sampai kamu mendapat kabar suppliermu nggak mampu memenuhi pesanan karena ketiadaan pasokan pada hari operasional. Bagaimana bisnis bisa berjalan dengan sehat kalau begitu kejadiannya?

Untuk kamu yang mempunyai bisnis lebih stabil dan bisa memprediksi masa habis bahan baku, tentu akan lebih mudah bagimu untuk menyepakati jadwal pengiriman bahan baku dengan supplier. Namun, jika kamu mempunyai pola bisnis yang nggak pasti kapan bahan baku akan habis, kamu bisa bertanya pada calon suppliermu, seberapa banyak stok yang bisa dia sediakan dalam sebulan?

Amannya, kamu harus mencari tahu jumlah stock bahan baku di angka terendah dan tertinggi sehingga kamu bisa tahu seberapa besar kapasitas calon suppliermu. Tanyakan juga apakah dia menyanggupi jika kamu memesan bahan baku secara mendadak atau bahkan melebihi volume biasanya karena lonjakan omzet bisnis.

Jika suppliermu nggak bisa menyanggupi, tentu kamu bisa mencari backup supplier lain yang mampu menyanggupi jumlah permintaan bahan bakumu. Karena, tentu nggak tepat jika memilih supplier berkualitas yang diinginkan, namun dia nggak bisa memenuhi kapasitas dari bisnismu. Jika dipaksakan, tentu akan mengganggu operasional dan mengecewakan pelanggan.

Baca juga: Segala Hal yang Perlu Kamu Ketahui tentang Memulai Usaha

3. Perhatikan Kisaran Harga yang Ditawarkan

Memilih Supplier

Sumber Gambar: In Nasional
Dengan kualitas dan kapasitas yang kamu minta, berapakah patokan harga yang diberikan oleh sang supplier? Apakah ada harga diskon? Seberapa banyak bahan baku yang harus dipesan untuk mendapatkan harga diskon?

Jika harga sudah disepakati, adakah ketentuan cara pembayaran tertentu? Bisakah pembayaran dilakukan secara dicicil atau langsung lunas? Jika bisa dicicil, berapa lama masa tenggang untuk melunasi seluruh tagihan atas bahan baku yang dipesan?

Masalah harga adalah hal yang sensitif. Mau nggak mau, bisnis adalah soal untung rugi dan bagaimana mengalokasikan sumber daya yang terbatas untuk hasil maksimal. Jadi, kamu harus menghitung dan memahami ketentuan harga pokok, diskon, pajak barang, ongkos kirim, ongkos penanganan barang, ketentuan pembayaran, dan lain-lain sedetail mungkin. Tanyakan saja semua ongkos yang harus kamu tanggung, bahkan sekecil biaya tol saat pengiriman sekalipun. Karena, pasti hal itu akan mempengaruhi perhitungan harga di akhir.

Jangan sampai terlewat ya! Apalagi, terkadang ada saja supplier yang nakal dan mempermainkan harga semena-mena, terlebih jika bahan baku sedang langka di pasaran. Untuk mengantisipasi supplier-supplier nakal seperti ini, lebih baik kamu memilih supplier nggak hanya satu, namun bisa dua atau tiga. Sehingga daya tawar kamu terhadap bahan baku masih tinggi. Kamu pun tentunya juga jadi bisa membandingkan harga dan pelayanan dari satu supplier ke supplier lainnya, bukan?

4. Perhatikan Pelayanan dan Kedisiplinan saat Memilih Supplier

Memilih Supplier

Sumber Gambar: Trigger Proof
Hal terakhir yang nggak luput dari perhatian saat memilih supplier adalah masalah pelayanan. Apakah pengiriman bahan baku dilakukan dengan tepat waktu atau malah terlalu awal? Kalau terlambat, bahan baku yang kamu pegang bisa keburu habis, sedangkan kalau terlalu awal pun bisa buruk karena kamu mungkin belum sempat mengosongkan ruang untuk menyimpannya.

Jadi, pastikan masalah pengiriman benar-benar jelas di awal; Soal bagaimana metode dan kesepakatannya. Kalau perlu, kamu pun harus meminta kontak nomor kurir yang mengirim bahan baku pesananmu sehingga kamu bisa mengecek kondisi dan melacak keberadaan bahan baku yang diantar. Apalagi kalau bahan baku yang diantar memiliki volume tinggi dan harganya mahal. Jangan sampai ada kesalahan dan miskomunikasi deh.

Perhatikan juga bagaimana sikap sang supplier jika kamu melayangkan keluhan. Apakah keluhanmu segera ditanggapi atau hanya sebatas angin lewat? Jika kamu memilih supplier yang tepat, pasti supplier tersebut akan segera memberikan respon tanggap untuk menunjukkan bahwa mereka masih bisa dipercaya.

Baca juga: 21 Tantangan Bisnis yang Akan Dihadapi Setiap Pengusaha


Itulah beberapa aspek dan poin-poin yang perlu kamu pertimbangkan saat memilih supplier. Ingat! Memilih supplier harus jeli karena pasti akan berdampak pada untung rugi operasional bisnis dan kepuasan pelanggan.

Selain masalah bahan baku dan supplier, kesuksesan bisnis juga dipengaruhi oleh faktor lain loh. Seperti analisa Porter, posisi kekuatan bisnis bisa dilihat dari daya tawar dengan pembeli, produk baru kompetitor, ancaman dari produk yang bisa menggantikan fungsi utama produk (substitutor), dan masih banyak lagi. Bagi kamu yang nggak mau kalah dari pesaing, yuk bekali ilmu tentang bisnis dengan membaca artikel di LangkahAwal.com yang kaya akan tips berbisnis dan sharing ilmu dari berbagai pebisnis nusantara.

Back to top