5 Strategi Pengembangan Usaha yang Minim Biaya

5 Strategi Pengembangan Usaha Tanpa Menguras Kering Laba

5 Strategi Pengembangan Usaha Tanpa Menguras Kering Laba

Pengembangan usaha

Merintis usaha itu memang nggak mudah, ada banyak hal yang perlu dilakukan, dari mendirikannya hingga mengembangkannya. Upaya mendirikan usaha itu sifatnya mutlak, berhenti saat usaha berdiri. Sebaliknya, melakukan pengembangan usaha itu sifatnya kontinyu alias terus-menerus, sekalipun usaha sudah puluhan tahun berjalan. Untuk itu diperlukan strategi pengembangan usaha yang tepat.

Karena sifatnya yang kontinu, pengembangan usaha itu sangatlah krusial, jika salah langkah, usaha bisa jadi nggak berkembang. Nggak heran, ada banyak pengusaha yang rela mengambil risiko besar agar usahanya maju, misalnya dengan menguras kering laba yang didapat untuk promosi besar-besaran. Mereka meyakini bahwa laba yang diperoleh setelah usaha berkembang nanti bisa menutupi biaya yang dikeluarkan.

Padahal, sebetulnya melakukan pengembangan usaha nggak selalu harus menguras kantong, lho. Menguras kering laba juga sebenarnya bukan pilihan baik yang dianjurkan, karena kalau silap, bisnismu bisa terancam. Nah, supaya kamu nggak perlu ambik risiko besar yang membahayakan, ada beberapa langkah awal pengembangan usaha minim biaya yang bisa kamu coba. Berikut contoh-contohnya:

1. Kenalkan Produk Lewat Influencer di Media Sosial

Pengembangan usaha

Sumber Gambar: Cyneats
Promosi dan pengembangan usaha nggak bisa dipisahkan. Dengan promosi yang tepat, calon konsumen akan berubah menjadi pelanggan tetap. Promosi bisa dilakukan dengan banyak cara, misalnya seperti mencetak brosur dan menyebarkannya, mencetak poster dan menempelkannya di tempat strategis, atau dengan memanfaatkan media sosial. Cara yang pertama dan kedua akan efektif dilakukan jika target pasarmu adalah orang di sekitar tempat usahamu.

Akan tetapi, jika target pasarmu adalah orang banyak di seluruh wilayah, melakukan promosi di media sosial adalah langkah terbaik yang bisa dilakukan. Supaya promosi di media sosial semakin efektif, manfaatkanlah jasa endorse dari para influencer atau selebgram yang sesuai dengan sektor yang kamu tawarkan. Apabila usahamu berupa makanan, maka manfaatkanlah food vlogger dan jika usahamu berbentuk produk kecantikan, gunakanlah jasa beauty vlogger.

Jasa endorse para influencer ini biasanya berbayar, nominalnya tentatif, bergantung pada jumlah followers dan likes di akun mereka. Tarifnya dimulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Jumlahnya sangat sepadan dengan calon pelanggan yang bisa kamu dapatkan.

2. Promosi Lewat Kuis Berhadiah Sebagai Strategi Pengembangan Usaha

Pengembangan usaha

Sumber Gambar: Handup
Promosi lain yang bisa kamu lakukan sebagai strategi pengembangan usaha, adalah menawarkan hadiah pada konsumen dengan syarat tertentu. Hadiah pilihan harus didasarkan pada target pasar yang menurutmu paling kuat. Targetnya harus spesifik, dari jenis kelamin, rentang usia, hingga pekerjaan.

Jika sasaran usahamu adalah remaja sekolahan berjenis kelamin perempuan, hadiah yang akan sangat menarik perhatian mereka mungkin tiket konser atau voucher belanja. Namun, jika target utamamu adalah ibu rumah tangga berumur 40-an, hadiah yang paling cocok adalah alat elektronik seperti rice cooker atau mixer.

Untuk melakukan promosi jenis ini, langkah awal yang perlu kamu lakukan adalah menentukan anggaran. Pastikan dulu berapa nominal yang bisa kamu keluarkan untuk memastikan banyaknya hadiah. Misalnya, hadiah yang ingin kamu bagikan berupa tiket konser artis luar negeri, Katty Perry, dan nominal untuk itu sebesar Rp2.000.000, berarti kamu bisa membeli tiket kelas Bronze Rp900.000 sebanyak dua buah. Dengan kata lain, hanya ada 2 hadiah yang bisa kamu berikan.

Langkah selanjutnya menentukan mekanisme hadiah, syarat juga bentuk penilaiannya. Syarat yang biasanya diterapkan adalah pembelian atau penggunaan jasa dalam jumlah tertentu. Soal bentuk penilaian, kamu bisa memilih dengan cara acak atau berdasarkan posisi teratas.

3. Berikan Potongan Harga untuk Pembelian Tertentu

Pengembangan usaha

Sumber Gambar: Ciung Tips
Selain bagi-bagi hadiah atau melakukan endorse, kamu juga bisa melakukan strategi pengembangan usaha dengan promosi harga. Pelanggan biasanya akan lebih konsumtif setiap kali ada promosi, baik dalam bentuk diskon atau gratis ongkos kirim.

Promosi yang akan kamu berikan harus diperhitungkan dengan matang. Jangan sampai meniadakan laba sama sekali. Untuk itu, dalam memberikan promosi, kamu bisa melakukan tiga opsi, yaitu menaikan harga terlebih dahulu, menekan bahan baku produksi, atau dengan mengurangi laba dengan presentase yang pas, maksimal 60% dari laba.

Cara ketiga bisa diterapkan dengan menghitung laba yang kamu dapat dari setiap produk. Misalnya, jika usaha kamu di bidang kuliner, dari setiap potong makanan seharga Rp15.000 yang terjual laba bersihnya adalah Rp5.000, maka potongan maksimal yang bisa kamu berikan adalah sebanyak Rp3.000 atau 20% dari harga jual. Supaya promosi ini semakin maksimal, jangan lupa untuk menerapkan jumlah minimal pemesanan agar produk yang terjual semakin banyak.

Baca juga: Segala Hal yang Perlu Kamu Ketahui tentang Memulai Usaha

4. Manfaatkan Packaging yang Menarik

Strategi Pengembangan usaha

Sumber Gambar: Shopify
Faktor lain yang bisa membantumu dalam pengembangan usaha adalah dari segi penampilan produk. Konsumen akan lebih tertarik pada produk yang tempilannya menarik. Ada tiga kategori untuk packaging yang menarik, yaitu terkesan mewah, nampak unik, dan ukurannya terlihat lebih besar dari yang lain.

Kesan mewah bisa diciptakan dengan menggunakan kotak kardus bermotif khusus sebagai packaging produk. Harga rata-rata kotak ini sekitar Rp6.000. Selanjutnya, untuk kesan unik, bisa diciptakan dengan kain perca atau motif kain lainnya yang diatur sedemikian rupa. Harga kain perca per meternya sekitar Rp14.000. Terakhir, untuk menciptakan kesan besar, kamu bisa menggunakan kotak plastik transparan yang ukurannya pas sebagai packaging produk, harganya sekitar Rp4.000.

5. Cari Reseller dan Tawarkan Keutungan Berlipat

Strategi Pengembangan usaha Partnership

Sumber Gambar: Healthy Living Made Simple
Semakin banyak orang yang berkontribusi pada usahamu, akan semakin cepat pula usahamu berkembang. Orang yang berkontribusi nggak hanya pekerja yang membantu produksi usaha, tapi juga reseller. Hal ini dapat menjadi salah satu strategi pengembangan usaha yang tepat.

Reseller adalah orang yang menjual kembali produkmu dengan keuntungan tertentu. Nominalnya beragam, harga jualnya pun beragam, tergantung kesepakatan. Mekanismenya bisa digambarkan seperti Produsen (kamu)-Reseller-Pelanggan. Dalam memilih reseller, pilihlah orang yang rajin dan bisa melakukan promosi dengan baik agar usahamu semakin meluas dan berkembang.

Baca juga: 21 Tantangan Bisnis yang Akan Dihadapi Setiap Pengusaha


Kamu pasti setuju kan bahwa upaya pengembangan usaha itu nggak melulu selalu keluar banyak biaya. Lima cara tadi buktinya. Semuanya menitikberatkan pada usaha dan kreativitas, bukan pada nominal uang.

Nah, untuk tips-tips lebih lanjut tentang pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah dari beragam bidang bisnis, kamu bisa cek inspirasi lainnya di LangkahAwal.com! Yuk, mulai perencanaan langkah awalmu untuk mengembangkan usaha mulai dari sekarang!

Back to top