Menikmati Kegagalan Usaha dan Belajar - Langkah Awal

Menikmati Kegagalan Usaha dan Belajar

Menikmati Kegagalan Usaha dan Belajar

Ketika mulai melakukan usaha, kita pasti takut membayangkan soal kegagalan usaha. Sayangnya, kebanyakan usaha itu akan gagal. Ini adalah fakta dan fakta ini pasti tidak menyenangkan bagi orang yang akan memulai usaha.

Kabar baiknya, pengusaha yang berpengalaman justru mengerti bahwa menjalankan sebuah usaha yang akhirnya gagal itu akan membantu dirinya berkembang. Tapi bukan tanpa syarat. Kegagalan hanya akan bermanfaat jika kita belajar dari kegagalan itu. Dari kegagalan, kita harus dapat melihat sebuah potensi untuk berkembang. Kita seharusnya malah merasa bangga ketika kita gagal, karena artinya, kita telah belajar sesuatu.

Jika kita lihat di sekitar kita, Kegagalan merupakan cara alam untuk menghasilkan pertumbuhan, mendorong kelahiran dan menyebabkan segala sesuatu terjadi. Tanpa ada kegagalan, kita tidak akan belajar. Tanpa kegagalan, dunia tidak akan berkembang. Anak kecil harus jatuh berkali-kali sebelum dia berhasil mengerti bagaimana kakinya bekerja. Daun-daun tua harus berguguran untuk memberi kesempatan bagi daun-daun muda untuk tumbuh. Kegagalan mendorong seluruh proses yang terjadi di dunia.

Kegagalan sebuah usaha bukan tidak menyisakan apapun. Banyak hal yang kita dapat dari kegagalan yang terjadi. Berikut adalah hal-hal yang bisa kita dapatkan dari sebuah kegagalan

1. Pengetahuan

Kegagalan usaha memberi pengetahuan

Pengetahuan yang telah didapat dari memulai usaha menjadi suatu pengetahuan yang sangat berharga. Ketika kita gagal melakukan suatu usaha, pengetahuan tersebut tidak hilang, bahkan telah bertambah. Kita telah belajar untuk tahu bahwa kita telah gagal. Kita dapat melihat kembali hal-hal yang telah salah kita lakukan. Tanpa mengakui kegagalan, kita akan sulit melihat kesalahan yang kita lakukan sebelumnya, karena kita masih disibukkan dengan apa yang kita lakukan. Kegagalan usaha dapat menjadi sumber pengetahuan kita di masa yang akan datang.

2. Hubungan

Sepanjang kita melakukan usaha, kita membuat hubungan dengan orang-orang yang terlibat dalam usaha kita, baik itu supplier, customer, pegawai, jalur penjualan, ataupun rekan-rekan sesama pengusaha. Hubungan ini tidak hilang begitu saja ketika kita gagal dalam usaha. Sering kali malah, kita dapat merubah hubungan yang ada ke tingkat yang lain. Sebagai contoh, salah satu customer yang kita miliki, bisa menjadi rekan dalam usaha kita berikutnya. Hal ini akan sulit dilakukan ketika kita masih melakukan hal yang sama.

Baca Juga: Segala Hal yang Perlu Kamu Ketahui tentang Memulai Usaha

3. Mental

Kegagalan usaha memperkuat mental kita, terutama ketika kita bisa bangkit dari kegagalan. Kegagalan membuktikan bahwa kita mampu mengalahkan ego kita sendiri dan mengakui kesalahan kita. Proses mental ini menjadi modal yang penting untuk melakukan usaha selanjutnya. Kemampuan untuk kembali bangkit dari kegagalan membuktikan tekad kita untuk maju. Tanpa kegagalan, kita tidak dapat membuktikan seberapa kuat diri kita sebenarnya.

4. Kegagalan Usaha Membuka Kesempatan

Sering tidak disadari bahwa kegagalan usaha yang kita jalani akan membuka kesempatan baru. Ketika kita sibuk menjalankan usaha, sulit buat kita melihat hal-hal lain, karena kita fokus dengan apa yang ada. Kegagalan, membuka peluang bagi kita untuk melihat hal-hal baru yang tidak terpikirkan sebelumnya. Ketika kita mengakui kegagalan dan menerimanya, kita dapat membuka lembaran baru, dengan pemikiran-pemikiran baru. Kita tidak lagi dibebani oleh permasalahan-permasalahan yang ada kemarin.

Coba ingat kegagalan yang telah Anda alami sebelumnya, yang justru membawa Anda ke hal-hal baru dalam hidup Anda. Mungkin Anda pernah gagal menjadi pemain Band, dan membawa Anda menjadi pengusaha. Atau mungkin Anda pernah gagal dalam ujian masuk pegawai, yang membuat Anda menjadi pengusaha catering saat ini.

Baca Juga: 21 Tantangan Bisnis yang Akan Dihadapi Setiap Pengusaha


Tentunya, memahami bahwa kegagalan merupakan suatu cara untuk berkembang tidaklah mudah bagi kita. Karena gagal adalah hal yang menyakitkan. That is the fact. Perasaan tertekan, malu dan takut ketika mengalami kegagalan menjadi hal yang merusak pemahaman kita soal nilai dari kegagalan itu sendiri. Untuk mengatasi hal tersebut, kita perlu berfikir dan memisahkan antara perasaan sakit yang dialami dengan pelajaran baru dan kesempatan-kesempatan yang menjadi terbuka karena kegagalan tersebut.

Kita perlu belajar bahwa, lebih baik gagal dengan cepat dan belajar dengan cepat, dibandingkan mempertahankan sesuatu yang akan gagal dalam waktu yang lama. Ini adalah kunci dari inovasi. Fail fast, learn fast, grow fast.

Back to top