Ingin Memulai Usaha? Ini Daftar Kiat dan Tips yang Harus diperhatikan!

Segala Hal yang Perlu Kamu Ketahui tentang Memulai Usaha

Segala Hal yang Perlu Kamu Ketahui tentang Memulai Usaha

memulai usaha

Sekarang ini persaingan untuk mencari lowongan pekerjaan sudah semakin sulit. Apalagi dengan perbandingan lapangan kerja dan tenaga kerja yang nggak seimbang! Mengingat hal tersebut, memulai usaha dan membangun bisnis sendiri bisa jadi pilihan bagi kamu untuk mencari penghidupan sekaligus membuka lapangan kerja bagi orang lain. Apa saja sih yang dibutuhkan untuk memulai usaha? Dan, hal-hal apa yang perlu dipersiapkan oleh seorang pengusaha untuk memulai usaha? Yuk kita simak, dimulai dari keuntungan usaha sendiri.

Menjadi pengusaha banyak untungnya, lho. Pemasukan kamu nggak terbatas segitu-segitu aja, bahkan bisa terus naik dengan pesat jika kamu mengelola usaha dengan baik dan menjadikannya bisnis yang maju. Kamu juga nggak perlu khawatir dapat teguran atau caci-maki yang nggak menyenangkan dari atasan, karena kamu adalah pemiliki bisnismu sendiri. Di samping itu, kamu bisa mengatur sendiri waktu bekerja sesuai dengan kepadatan aktivitasmu. Pakaian yang kamu gunakan pun bisa seadanya; Nggak perlu beli kemeja dan sepatu mahal agar terlihat layaknya eksekutif muda.

Sambil mendulang rupiah, kamu pun juga bisa menggali dan mengembangkan kapasitas diri di bidang yang kamu suka. Nggak akan ada yang melarang kamu untuk melakukan sesuatu yang kamu gemari dalam membangun usahamu. Lagipula, melakukan sesuatu yang kamu cintai sebagai pekerjaan utama bisa membuatmu lebih giat berusaha dan melakukannya dengan senang hati, bukan dengan paksaan ataupun di bawah tekanan yang nggak sehat bagi mental kamu.

Tapi, bukan berarti membangun usaha nggak butuh jerih payah dan bisa dilakukan secara asal-asalan, ya. Kalau kamu ingin usahamu menjadi bisnis yang berkualitas, kamu pun harus mengerahkan segala daya upaya yang kamu miliki. Persiapan sejak perencanaan pun perlu dilakukan dengan matang, terstruktur, dan tepat sasaran. Dengan begitu, kamu pun akan lebih mudah mendongkrak kesuksesan usahamu. Nah, apa aja sih yang perlu kamu persiapkan untuk memulai usaha? Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini!

Bangun Mental dan Karakteristik Enterpreneur yang Mumpuni

memulai usahaSumber Gambar: Free-Photos
 

Sebelum berbicara tentang hal-hal yang lebih teknis, persiapan utama yang perlu kamu lakukan ketika memulai bisnis adalah melatih mental entrepreneur pada dirimu. Apa yang membedakan entrepreneur dengan karyawan biasa? Mereka berani mengambil risiko dan memperhitungkan langkah bisnis mereka dengan teliti. Mereka juga berpikiran luas dan sigap menangani setiap masalah pada bisnis mereka.

Berbeda dengan mentalitas ketika menjadi pegawai, kamu harus siap dengan tantangan yang paling berat, yaitu ketiadaan gaji atau upah tetap. Kamu juga harus berani mengeluarkan uang modal dari kantungmu sendiri untuk membiayai biaya operasional dan investasi ketika memulai bisnis. Sebagai pengusaha, kini kamu bertanggung jawab untuk memastikan bahwa bisnismu berjalan dengan lancar.

Entrepreneur sebenarnya adalah pemimpin di bidang bisnis. Oleh karena itu, kamu perlu memiliki karakter dasar seorang pemimpin. Beberapa di antaranya adalah ketegasan, ahli membaca situasi, pintar beradaptasi, dan bisa menentukan arah tujuan dari bisnis. Misalnya, ketika kamu memutuskan untuk memulai bisnis toko, kamu bisa membaca tren yang ada di pasar, melatih karyawanmu untuk melakukan pekerjaan terbaik, dan tahu arah perkembangan tokomu di masa depan.

Beberapa karakteristik yang diperlukan oleh seorang wirausahawan adalah:

1. Disiplin dan Teliti

memulai usahaSumber Gambar: nattanan23
 

Disiplin bukan hanya berarti tepat waktu, tapi melakukan segala sesuatu tepat pada waktunya. Dalam menjalankan bisnis, kamu nggak bisa jadi pribadi yang manja dan menunda-nunda pekerjaan, atau bahkan mangkir dari tanggung jawab ketika kamu menemukan hal yang nggak kamu sukai. Segala sesuatu harus dilakukan sesuai aturan dan tertata. Baik dalam perencanaan, realisasi, hingga pencapaian target. Kalau kamu nggak bisa disiplin terhadap dirimu sendiri, kamu pun nggak akan bisa disiplin dalam menjalankan dan membina usaha. Jika sudah begitu, usahamu pun bisa goyah dan malah hanya akan menuai kegagalan.

Ketika kamu sudah mengembangkan budaya disiplin, otomatis kamu akan menjadi pribadi yang lebih teliti. Hal ini disebabkan karena kamu terbiasa memperhatikan detail-detail yang perlu kamu lakukan di waktu yang tepat. Jika sudah begitu, kamu bisa mengamati berbagai hal dengan lebih cermat. Dalam menjalankan bisnis, ketelitian dan kecermatan sangat dibutuhkan, terutama dalam pengambilan keputusan agar tepat sasaran. Pengambilan keputusan yang nggak tepat bisa berakibat fatal bagi kelangsungan bisnismu.

2. Terbuka

memulai usahaSumber Gambar: StartupStockPhotos
 

Menjadi pebisnis, kamu harus bisa terbuka dengan segala hal yang terjadi di sekitarmu, terutama dengan segala perubahan yang ada di pasar. Nggak hanya terbuka dengan pendapat orang lain yang bermaksud membantumu dalam memajukan usaha, kamu juga harus bisa menerima dan mengadaptasi usaha dari segala perubahan tren pasar yang ada. Kalau kamu nggak bisa memiliki sifat terbuka dan enggan melakukan perubahan konstruktif, niscaya usahamu lama-lama akan kalah saing. Bersikap keras kepala untuk mempertahankan idealitas terkadang hanya akan menjebak usahamu untuk hanya jalan di tempat. Punya prinsip boleh, tapi kamu dan usahamu perlu fleksibel juga dalam memenuhi kebutuhan pasar yang ada.

Nggak cuma menerima masukan dari luar, terbuka juga berarti kamu bisa menerima dengan lapang dada kesalahan dalam berbisnis yang mungkin saja telah kamu lakukan. Ketika hal tersebut terjadi, renungkan kembali di mana letak kesalahanmu dan carilah cara untuk membenahinya.

Dengan bersikap terbuka, kamu akan lebih mudah menyesuaikan diri dalam menangani tantangan berbisnis dari waktu ke waktu. Jika sudah begitu, kamu pun juga akan lebih mudah keluar dari permasalahan yang ada. Berperilaku terbuka akan membuat kamu bisa menerima lebih banyak wawasan yang akan membantu kamu dalam memajukan usaha.

3. Mengenali Diri Sendiri

memulai usahaSumber Gambar: Andrea Lucado
 

Seorang pendiri usaha adalah pemimpin dari usaha yang dibangunnya. Segala pengambilan keputusan juga berada di tangannya. Untuk itu, seorang pendiri usaha perlu memiliki sikap mawas diri. Ia harus bisa mengenali dirinya sendiri beserta dengan segala kemampuan yang dimiliki. Jika kamu menganggap dirimu bisa melakukan segala hal dan mengambil keputusan dengan sembarangan, kamu malah bisa menjebloskan bisnismu dalam situasi bahaya.

Dengan mengukur kapasitas diri secara saksama, kamu akan memiliki perkiraan mengenai mana yang bisa kamu lakukan dan mana yang nggak, sehingga kamu pun nggak akan memaksakan sesuatu yang mustahil untuk dilakukan/dicapai oleh bisnismu; Kamu perlu berhati-hati dalam mengambil keputusan dan memastikan bahwa kamu dapat melakukan langkah-langkah yang dibutuhkan untuk mengelola bisnis dengan mantap.

4. Berani Mencoba

memulai usahaSumber Gambar: sasint
 

Mengetahui batasan kemampuanmu bukan berarti kamu nggak bisa melakukan uji coba dalam menjalankan usaha. Inovasi itu perlu, namun pertimbangkan dengan matang-matang dulu apakah risikonya dapat ditanggung atau nggak. Oleh karena itu, seorang enterpreneur perlu memiliki karakteristik yang suka tantangan. Sebab, tantangan dapat menstimulasi seseorang untuk melakukan cara baru demi mengatasi suatu masalah.

Nggak jarang pencarian solusi tersebut malah berujung pada inovasi atau perubahan positif lainnya. Asal, kamu harus tetap ingat, mencoba sesuatu yang baru dalam menjalankan usaha bukan semata-mata ditujukkan untuk eksperimen asal, tapi perlu dipertimbangkan dengan matang agar hasilnya bisa membawa pengembangan positif bagi usahamu.

5. Bisa Bangkit dari Kegagalan

memulai usahaSumber gambar: Benzinga
 

Merintis usaha, kamu tentu akan melalui banyak jatuh bangun dalam prosesnya. Karenanya, sebelum menjadi enterpreneur, kamu harus memastikan bahwa kamu adalah orang yang tahan banting. Persaingan usaha bukanlah dunia yang aman dan tenteram. Kompetisi akan selalu membayangi usahamu, dan bukan nggak mungkin bagi kamu untuk ‘kalah’ dalam kompetisi tersebut. Oleh karena itu, kamu harus bisa bangkit dari kegagalan yang ada. Jadikan pengalaman tersebut sebagai pembelajaran untuk kembali berjuang di medan perang.

Jika kamu langsung patah semangat dan putus asa ketika baru sekali mengalami kegagalan, maka kamu nggak akan bergerak ke mana-mana. Kamu harus punya mental berani bangkit untuk menyongsong tantangan selanjutnya. Sebab, ketika usahamu sudah jaya, bisa saja muncul kompetitor baru yang mungkin akan menggeser kamu dari posisi gemilang tersebut.

6. Rasional dan Realistis

memulai usahaSumber Gambar: RobinHiggins
 

Ini mungkin menjadi salah satu karakteristik yang paling penting dalam membangun sebuah usaha. Realistis dan rasional. Banyak calon pengusaha yang akhirnya gagal mewujudkan bisnis mereka karena terlalu memepertahankan idealisme yang mereka miliki tanpa melihat situasi dan iklim bisnis yang ada secara nyata. Akhirnya, mereka malah nggak bisa melakukan apa-apa dengan ide bisnis yang mereka miliki, atau bisnisnya hanya bertahan dalam waktu singkat.

Kalau kamu nggak bisa berpikir rasional untuk mengambil keputusan yang realistis, meraih kesuksesan dalam bisnis akan menjadi hal yang sangat sulit untuk dicapai. Sebab, dunia akan terus berjalan dengan segala seuatu yang terjadi di dalamnya, bukan sesuai dengan apa yang ada di impianmu. Memiliki harapan akan bisnis yang kamu kembangkan boleh, tapi kamu perlu melihat realita yang ada sebagai pertimbangan untuk mengambil langkah-langkah strategis yang memang diperlukan untuk membawa usahamu pada kesuksesan.

Tentukan Bidang Usaha dan Ide Bisnismu Sebelum Memulai Usaha

memulai usahaSumber Gambar: Tumisu
 

Ini adalah langkah awal yang paling krusial ketika memulai usaha; Inti dari usaha yang akan kamu jalankan, yaitu menentukan bidang bisnis yang ingin kamu rintis. Dari situ, kamu akan bisa mengembangkan ide bisnis yang ingin kamu wujudkan. Dari berbagai macam jenis usaha di luar sana, mulai dari di bidang kuliner, tekstil, seni, jasa, online shop, distributor, logistik, pariwisata, kamu harus menentukan mana yang paling mungkin untuk kamu jalankan untuk mendulang kesuksesan.

Ketika kamu memutuskan untuk memulai usaha, kamu juga perlu menargetkan dirimu agar nggak jadi pengusaha yang biasa-biasa saja. Dengan begitu, usahamu juga akan memiliki daya tarik lebih dan bisa bertahan dalam persaingan pasar. Karena itu, selain mempertimbangkan faktor pribadi ketika memutuskan suatu ide, cobalah melihat ide tersebut dari sisi kepentingan customer.

Salah satu hal yang perlu banget kamu pertimbangkan adalah bagaimana kamu bisa memberikan nilai lebih (added value) pada produk atau jasa tersebut? Apa yang membuat pembeli tertarik pada produk dan jasa yang kamu tawarkan? Apakah karena harganya yang lebih murah? Kualitasnya yang lebih premium? Atau pelayanan ekstra yang diberikan?

Jika kamu sudah bisa menentukan ide bisnis, akan lebih mudah bagi kamu untuk menetapkan visi dan misi usaha yang akan menjadi target bagi kelangsungan bisnismu. Agar kamu nggak salah langkah dalam menentukan bidang bisnismu, kamu bisa mempertimbangkan hal-hal berikut ini:

1. Tentukan Bidang Usaha sesuai dengan Kapabilitas yang Kamu Miliki

memulai usahaSumber Gambar: Property Update
 

Sebagai pengusaha, tentu kamu perlu mengetahui proses A-Z, mulai dari proses pengambilan bahan baku hingga penjualan produk ke customer. Oleh karena itu, kamu harus memiliki pengetahuan dan keterampilan di bidang usaha yang ingin kamu kembangkan. Jangan sampai kamu “buta arah” dan mengandalkan pengetahuan orang lain atau bahkan hanya dari riset di internet.

Misalnya, ketika kamu memulai usaha warung bakso, kamu juga harus tahu di mana kamu bisa menemukansupplier daging sapi dan tapioka terbaik, bagaimana cara membuatnya, dan bagaimana membuat kuah kaldu yang sedap. Bukan berarti bahwa kamu harus memasak setiap hari, tapi kamu nggak bisa sukses apabila kamu bahkan gak paham sedikit pun tentang bidang usahamu.

Maka dari itu, manfaatkanlah pengetahuan yang kamu miliki. Jika kamu memiliki pengetahuan tentang kuliner, raciklah resep makanan yang bisa menggugah selera orang-orang. Jika kamu memiliki dasar ekonomi yang kuat, bangunlah perencanaan bisnis yang unik dan dengan konsep ekonomi yang matang.

2. Lakukan Riset Pasar

memulai usahaSumber Gambar: S.J.Hemley Marketing
 

Riset pasar adalah salah satu metode efektif untuk memulai usaha kamu. Riset pasar akan memberi gambaran terhadap kondisi pasar, peluang-peluang yang sedang terbuka, hingga preferensi konsumen yang menjadi target pemasaranmu. Karena sifat ekonomi dan dinamika industri yang selalu berubah-ubah, kita hampir nggak bisa berharap model bisnis/cara kerja yang sama akan membuat bisnis bertahan lama.

Dengan melakukan riset, kita mengumpulkan data tentang kebutuhan pasar, peluang bisnis, tantangan, kondisi ekonomi, hingga informasi tentang kompetitor. Dengan pengumpulan data yang komprehensif, riset pasar bisa menunjukkan segmentasi pasar, tren yang sedang berjalan, hingga memberikan gambaran posisimu di tengah persaingan dan ekonomi yang fluktuatif.

Hasil riset yang didapatkan sangat menentukan langkah bisnis kamu selanjutnya. Keputusan yang diambil seperti membuka franchise, uang yang di-’bakar’, serta mempekerjakan orang akan lebih lancar bila dilakukan atas dasar hasil riset.

3. Apakah Ide Bisnismu Sudah Banyak Dijalankan Pengusaha Lain?

memulai usahaSumber Gambar: qimono
 

Sebisa mungkin, hindari memulai usaha dengan ide bisnis yang udah dijalani oleh orang banyak. Hal tersebut akan membuat usaha yang akan kamu bangun jadi nggak unik dan mungkin tenggelam di antara bisnis serupa yang sudah berdiri. Namun jika nggak, coba telusuri kenapa orang-orang belum pernah melakukannya. Apakah karena kemungkinan sukses yang kecil atau karena teknologi yang belum mendukung kala itu?

Cermati di manakah terdapat peluang bagi kamu untuk memulai usaha dan membangun bisnis yang sukses. Hal ini bisa kamu analisa dari hasil riset pasar yang telah kamu buat. Adakah kebutuhan pasar yang belum tersedia jalur pemenuhannya?

Misalnya, kamu tentu tahu bahwa bisnis makanan adalah hal yang nggak pernah mati karena orang selalu membutuhkan makanan. Tapi, jumlah pengusaha makanan juga sudah sangat banyak. Jadi, kamu harus menentukan sajian unik apa yang bisa kamu suguhkan, namun tetap disukai banyak orang. Akan lebih bagus jika sajian tersebut belum ada/banyak yang menyediakan. Dengan begitu, otomatis orang-orang akan lari ke usahamu untuk mendapatkan makanan tersebut.

Atau, kamu bisa juga dengan membuat makanan yang sangat nikmat dengan menggunakan resep andalan. Intinya, customer selalu menginginkan sesuatu yang berkualitas tinggi dan/atau sesuatu yang baru dan menarik untuk dicoba.

4. Dengan Kapabilitasmu yang Sekarang, Apakah Kamu Sanggup Menjalankan Ide Bisnis Hingga Tuntas?

memulai usahaSumber Gambar: 889520
 

Mungkin kamu merasa punya kompetensi dalam memulai usaha tertentu. Tapi, sampai di manakah kemampuan tersebut dapat dimanfaatkan? Dalam dunia bisnis, nggak ada hal yang pasti. Jadi, ketika kamu hendak memutuskan ide bisnis yang akan kamu ambil, pastikan bahwa kapabilitasmu cukup besar untuk mengeksekusi ide tersebut hingga selesai; Bukan hanya sekedar bisa dijalankan di awal, tapi nantinya malah melempem di akhir.

Jangan terjebak pada mentalitas yang berpikir bahwa “Nanti di tengah proses akan selalu ada bantuan.” Hal ini bisa membahayakan kelangsungan bisnismu sebab ketika kamu ternyata nggak mendapat bantuan, usahamu akan terancam bangkrut.

Misalnya, kamu hendak memulai usaha restoran berkapasitas 100 orang. Namun, karena kekurangan modal dan tenaga kerja, akhirnya kebutuhan restoran nggak bisa terpenuhi dengan baik dan terhambat kemajuannya. Lebih baik tetap menargetkan sesuatu yang realistis dan fokus mewujudkan target skala terkecil terlebih dahulu, baru mengembangkan target ke skala yang lebih besar.

Buat Kerangka Bisnis Ketika Memulai Usaha

memulai usahaSumber Gambar: rawpixel
 

Kalau kamu sudah memiliki gambaran bisnis apa yang akan kamu bangun, kini saatnya bagi kamu untuk selangkah lebih maju dalam mewujudnyatakan hal tersebut. Nggak langsung membangun bisnisnya, tapi dengan menuangkan ide bisnismu ke secarik kertas, kamu telah membuat gagasanmu menjadi lebih nyata ━ nggak cuma dalam angan-anganmu semata.

Jangan remehkan untuk menuliskan kerangka bisnismu dalam bentuk fisik. Hal ini bisa membuat kamu terhindar dari luputnya hal-hal penting yang berbahaya jika kamu lupakan. Dengan mencatat setiap detail perencanaan bisnis yang kamu punya, kamu jadi bisa memetakan strategi pembangunan usaha dengan lebih baik. Setiap hal yang perlu dipertimbangkan pun jadi nggak akan terlewat karena sudah kamu masukkan dalam kerangka bisnis yang nyata.

Membuat kerangka bisnis juga nggak boleh terburu-buru, karena hal itu bisa membuatkanmu melewatkan hal penting. Pikirkan dengan matang dan saksama setiap hal yang perlu dilakukan. Pisahkan setiap faktor pertimbangan sesuai dengan kategorinya masing-masing secara terstruktur sehingga nggak tercampur aduk dan kamu pun nggak bingung untuk mengusutnya.

Agar kamu bisa memetakan kerangka bisnismu dengan baik, Business Model Canvas bisa menjadi instrumen yang tepat bagimu dalam menjabarkan elemen-elemen yang perlu kamu pertimbangkan untuk membangun sebuah usaha. Berikut rinciannya:

memulai usahaSumber Gambar: Business Model Inc

  • Value Proposition → Merupakan nilai lebih yang ingin kamu tawarkan kepada pelangganmu. Dibandingkan dengan produk-produk lain yang sudah ada di pasar, kelebihan apa yang bisa kamu berikan bagi konsumen melalui barang/jasa yang kamu tawarkan?
  • Customer Relationship → Elemen ini berkaitan dengan kelebihan yang bisa kamu berikan bagi pelanggan yang membuat mereka akan memilih bisnismu dibandingkan dengan usaha lain; Apa yang bisa membuat mereka kembali dan menjadi pelanggan setia dari usaha yang kamu jalankan?
  • Key Activities → Bagian ini mencakup kegiatan bisnis utama apa saja yang perlu kamu lakukan agar keseluruhan bisnismu bisa berjalan dengan lancar, misalnya riset pengembangan, produksi, promosi, pendekatan terhadap partner & client, dan sebagainya.
  • Key Resources → Mencakup berbagai sumber daya utama yang kamu butuhkan untuk membangun sebuah usaha, seperti tenaga kerja, barang mentah, toko fisik, dan lain-lain.
  • Customer Segment → Merupakan target pasar yang ingin kamu sasar. Siapa saja/untuk kalangan mana produk/jasamu akan laku/ditawarkan. Pastikan kamu menyesuaikan kepentingan dari target pasar dengan kelebihan produk yang akan kamu tawarkan dan sebaliknya.
  • Distribution Channel → Hal ini berkaitan dengan bagaimana kamu akan mengirimkan barang/jasa yang kamu tawarkan kepada customer. Apakah secara langsung? Menggunakan jasa logistik? Perantara? Atau mungkin ada pilihan lainnya yang lebih sesuai?
  • Strategic Partnership → Dengan siapa kemitraan perlu kamu bangun untuk mendongkrak kesuksesan usaha? Sesuai kebutuhan, kemitraan bisa dibangun dengan supplier, distributor, donatur, relawan, dan sebagainya.
  • Cost→ Jabarkan segala bentuk kemungkinan pengeluaran dari seluruh proses operasi bisnismu. Hal ini bisa memudahkanmu untuk mengira-ngira modal yang kamu butuhkan dan target bulanan yang perlu kamu capai supaya nggak besar pasak daripada tiang.
  • Revenue → Bagian ini berisi rencana arus pendapatanmu. Berdasarkan kemungkinan pengeluaran yang ada, carilah berbagai potensi pendapatan yang bisa kamu dapatkan untuk menutup pengeluaran serta mendapatkan untung dari bisnis yang kamu jalankan.

Mengetahui Besarnya Modal yang Dibutuhkan dan Mengumpulkannya

memulai usahaSumber Gambar: Argentarium
 

Hampir semua bisnis harus diawali dengan aliran modal yang kuat untuk meluncurkan bisnis ke pasaran. Di masa-masa awal bisnismu, mungkin usaha yang kamu jalankan nggak bisa langsung menghasilkan profit yang besar karena masih banyak investasi yang perlu dilakukan.

Karena itu, kamu harus tahu benar berapa kisaran modal yang betul-betul kamu perlukan. Sebelum memutuskan untuk membangun usaha, mungkin kamu sudah merasa punya modal yang cukup. Tapi, kamu perlu menyesuaikannya lagi dengan perencanaan bisnis yang kamu punya. Jangan sampai modal yang sudah tersedia malah kurang dan membuat pembangunan usaha gagal.

Pada dasarnya, aliran modal untuk mendanai bisnismu bisa dikerucutkan menjadi tiga sumber utama. Pertama, modal dari uang pribadi. Modal ini kamu dapatkan dari anggaran yang memang sudah kamu sediakan untuk membiayai usaha sejak awal sehingga bisnismu dapat berjalan.

Kedua, kamu bisa menggunakan pinjaman yang kamu dapat dari keluarga, kolega, atau bank. Sesuai namanya, tentu saja jika kamu menggunakan modal dengan uang pinjaman, kamu perlu mengembalikannya dalam jangka waktu tertentu, sesuai kesepakatan antara si peminjam dan pemberi pinjaman.

Sumber pinjaman lain yang bisa kamu manfaatkan adalah komunitas peer-to-peer lending. Institusi ini biasanya mempertemukan donatur yang memiliki tabungan dan ingin berinvestasi dengan kreditur yang membutuhkan modal bisnis dengan bunga cukup terjangkau dan jangka waktu yang bisa dipilih. Untuk menghindari risiko yang nggak diinginkan, pilih peer-to-peer lending yang telah diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan, ya!

Cara terakhir untuk memperoleh modal bisnis adalah dengan menggandeng investor yang terpercaya. Dengan semakin menjamurnya jumlah perusahaan start-up, kini banyak investor yang rela menggelontorkan sejumlah uang untuk membiayai operasional bisnis start-up yang diprediksi akan sukses. Oleh karena itu, pemilihan ide bisnis dan cara-cara operasionalnya adalah hal yang sangat krusial sebelum kamu memulai bisnis. Pastikan bahwa idemu akan mendapat sambutan baik dari masyarakat, realistis, dan menguntungkan, agar investor pun tertarik untuk berinvestasi pada bisnismu!

Gandeng Jaringan Bisnis

memulai usahaSumber Gambar: StartupStockPhotos
 

Kelangsungan sebuah bisnis sangat dipengaruhi oleh kualitas jaringan yang dimiliki. Melalui jaringan tersebut, para bebisnis bisa saling menyapa, berbagi informasi, dan mendukung pengembangan satu sama lain. Layaknya manusia, setiap bisnis memiliki potensi untuk dikerjasamakan. Membangun bisnis seorang diri tanpa jaringan yang mumpuni hanya akan menghambat perluasan bisnismu. Sebaliknya, dengan jaringan bisnis yang berkualitas, hal tersebut akan memudahkanmu untuk mengembangkan usaha ke tahap yang lebih kompeten.

Keuntungan yang bisa kamu dapat dari membangun jaringan bisnis antara lain adalah sebagai sarana berbagi informasi untuk memperluas wawasan, sarana promosi, wadah terbentuknya mutual partnership (kemitraan yang saling menguntungkan), hingga memperluas sumber dukungan bisnis.

Bila perlu, kamu bisa menggandeng partner untuk merintis bisnismu dari awal. Jika kamu mau melakukan hal ini, pastikan orang yang kamu gandeng adalah orang yang terpercaya dan memiliki mental serta kapasitas baik sebagai pebisnis. Memilih partner yang salah hanya akan meruntuhkan bisnis yang kamu bangun dengan susah payah.

Kamu pun bisa membangun kerja sama dengan mitra eksternal untuk meningkatkan efisiensi proses bisnis dari usaha yang kamu jalankan. Misalnya, kamu bisa menggandeng pemasok bahan mentah yang bisa langsung kamu olah, menyewa akuntan untuk menganalisa keuangan bisnismu, atau menggaet inkubator bisnis untuk pendanaan usahamu.

Buat Perencanaan Mekanisme Pembukuan

memulai usahaSumber Gambar: stevepb
 

Sebelum memulai usaha, persiapkan sistem keuangan kamu. Sistem keuangan yang baik adalah kunci keberhasilan dari bisnis apapun. Jangan sampai ada kesalahan penghitungan pemasukan, pengeluaran, profit, sampai biaya operasional.

Sebuah laporan keuangan UMKM dapat mencatat seluruh perubahan aliran keuangan usahamu. Mulai dari aset seperti bangunan, jumlah stok barang, pengeluaran, pemasukan, hingga tanggal-tanggal terjadinya perubahan status keuangan. Dalam laporan keuangan yang baik, seluruh perubahan keuangan, nggak peduli sekecil apapun, harus dicatat. Sebab, catatan yang ekstra lengkap tersebutlah yang akan memberikan gambaran nyata akan keadaan usaha saat ini.

Ketika kamu merasa ragu apakah usahamu benar-benar berkembang atau nggak, kamu bisa memeriksa laporan keuanganmu. Bisa saja kamu nggak mendapatkan banyak keuntungan karena ternyata kamu baru membeli aset mahal yang vital untuk usaha. Atau, mungkin saja keuntunganmu nggak sebanyak biasanya karena ada pelanggan yang belum membayar! Nah, hal-hal seperti itulah yang bisa diperjelas dengan laporan keuangan UMKM. Kamu jadi nggak perlu pusing seharian karena untung yang hilang. Langsung saja cocokkan data laporan keuanganmu dan perjelas seluruh situasi usaha!

Selain itu, untuk memastikan bahwa semua transaksi keuangan perusahaan berjalan dengan mulus, kamu juga harus melakukan audit dan membayar pajak bisnis sesuai dengan yang ditetapkan oleh negara. Prosedur perpajakan dan mekanisme audit yang rumit ini susah dikerjakan apabila kamu belum pernah menekuni bidang ilmu terkait sebelumnya. Oleh karena itu, kalau kamu belum memiliki kemampuan di bidang ini, ada baiknya percayakan saja pada orang yang sudah ahli.

Baca juga: Punya Ide Bisnis? Yuk, Segera Eksekusi Rencana Bisnis Secepatnya!

Lakukan Perekrutan dengan Jeli

memulai usahaSumber Gambar: IMPPACT Technology Recruiting
 

Agar bisnismu bisa segera berjalan dengan stabil, tentu kamu perlu merekrut karyawan. Kecuali, kamu berencana membuka bisnis online secara solo. Kebanyakan bisnis baru membutuhkan karyawan yang berdedikasi tinggi sejak tahap awal. Baik itu pengembang aplikasi, pelayan, kasir toko, atau asisten, pemilihan karyawan akan sangat mempengaruhi keberhasilan bisnismu.

Karena itu, sebagai seorang entrepreneur, kamu harus belajar mengamati karakter seseorang. Karyawan yang kamu butuhkan adalah karyawan yang berdedikasi, jujur, profesional, dan sanggup memenuhi ekspektasimu. Hindari merekrut karyawan yang “biasa-biasa saja”, karena ia bisa nggak bisa mengobarkan semangat kompetitif dan hal itu bisa membuat membuat kemajuan bisnismu lesu.

Misalnya, jika kamu membuka toko baju untuk wanita, usahakan untuk merekrut asisten dan kasir toko wanita juga agar pelanggan bisa merasa lebih nyaman. Selain itu, latihlah karyawanmu supaya selalu memberikan layanan terbaik kepada pelanggan. Pastinya kamu nggak ingin pembelimu malas berkunjung ke toko karena kasir yang judes, kan? Oleh karena itu, menumbuhkan sense of belonging atau membuat karyawanmu benar-benar merasa jadi bagian dari usaha itu penting untuk dilakukan. Pastikan mereka bisa bersimpati terhadap kepentingan usaha dan pelanggan agar mereka tekun membantumu mencapai tujuan-tujuan bisnis yang sudah ditetapkan.

Utamakan Tingginya Kualitas, bukan Harga

memulai usahaSumber Gambar: armorrite.com
 

Untuk memulai usaha, tentunya kamu perlu segala bentuk sumber daya yang dibutuhkan agar bisnis bisa berlangsung. Mulai dari bahan baku untuk dijadikan produk, hingga tenaga kerja untuk memberikan pelayanan terbaik. Dalam menyuguhkan barang/jasa kepada pelanggan, sebaiknya kamu nggak terpaku pada penetapan harga yang tinggi. Tentu kita setuju dengan istilah ‘Ada harga, ada barang’. Tapi, bukan berarti kamu harus menjual barang dan jasa dengan harga setinggi langit untuk meyakinkan pelanggan bahwa kamu menawarkan produk terbaik.

Good deal pasti akan selalu menarik hati calon pelanggan. Kalau kamu bisa menawarkan kualitas terbaik dengan harga yang tetap terjangkau, calon pembeli pasti nggak akan segan-segan untuk terus kembali dan berlangganan untuk mendapatkan barang/jasamu.

Kalaupun kamu bisa menawarkan barang/jasa premium dengan harga yang dipatok terlampau tinggi, pembeli pasti akan berpikir ulang apakah mereka akan rela mengeluarkan biaya besar untuk hal yang mungkin bukan kebutuhan mendesak mereka. Alhasil, produkmu bisa jadi kurang menarik dibanding mereka yang bisa menawarkan harga terjangkau. Hal seperti ini patut kamu hindari karena bisa membuat penjualan menjadi lesu.

Pertimbangkan Lokasi

memulai usahaSumber Gambar: freeimageslive
 

Kalau kamu berniat untuk menjalankan bisnis offline, nggak hanya produk saja yang harus berkualitas, lokasi usahamu pun perlu dipikirkan secara matang karena akan sangat berpengaruh pada tingkat pembelian. Jadi, memilih lokasi usaha pun nggak boleh dilakukan dengan sembarangan.

Pastikan kamu memilih lokasi bisnis yang pasarnya memiliki ketertarikan/kebutuhan akan bisnis yang kamu jalankan dan nggak membuat pelanggan malas berkunjung. Berikut adalah beberapa tips yang bisa kamu gunakan untuk pertimbangan pemilihan lokasi usaha:

1. Pilih Lokasi yang Mudah Diakses dan Terlihat Jelas

memulai usahaSumber Gambar: Timeout
 

Lokasi yang mudah diakses biasanya akan dilalui banyak orang dari waktu ke waktu. Oleh karena itu, jika lokasi usahamu berada di tempat yang jelas terlihat dan di wilayah yang mudah diakses pula, orang-orang bisa dengan mudah melihat dan mengenali usaha yang kamu jalankan. Nggak jarang dari mereka akan iseng-iseng mampir dan melihat isi tokomu jika penampilan yang kamu sajikan cukup menarik perhatian mereka.

Lokasi seperti itu akan sangat mendukung bagi kesuksesan bisnismu, apalagi jika kamu memiliki usaha di bidang makanan, ritel fashion, atau toko yang menjual berbagai produk fisik. Lokasi strategis seperti ini biasanya terletak di tepi jalan raya, kompleks pertokoan, pusat perbelanjaan, ataupun di fasilitas publik seperti stasiun atau bandara.

2. Berada di Tengah Target Pasar

memulai usahaSumber Gambar: Campinglasdunas
 

Hal berikutnya yang harus kamu pertimbangkan dalam memilih lokasi strategis UMKM adalah kedekatan dengan target pasar yang ingin kamu jangkau. Misalnya, jika kamu ingin membuka toko alat tulis dan jasa fotokopi, akan sangat strategis jika kamu mendirikan usahamu dekat dengan area sekolah, kampus, atau gedung perkantoran. Atau jika ingin membuka toko oleh-oleh khas daerah, lokasi yang paling strategis adalah tempat wisata yang sering dikunjungi wisatawan atau tempat transit seperti stasiun, bandara, dan terminal. Ingin mencoba bisnis laundry? Pilih tempat yang dikelilingi kos-kosan atau perumahan.

3. Pilih Lokasi yang Memiliki Perizinan Jelas

memulai usahaSumber Gambar: Kiplinger
 

Ini adalah salah satu elemen yang sering dilupakan oleh para pengusaha muda. Dalam memilih lokasi ketika memulai usaha, terkadang mereka menganggap remeh masalah perizinan dan legalitas dari suatu tempat. Karena itulah, kamu harus memastikan bahwa lokasi usahamu ‒ baik yang disewa maupun yang dibeli ‒ memiliki izin pakai yang jelas dan bisa digunakan untuk menjalankan usaha secara legal.

Jangan sampai usahamu yang sudah berkembang tersandung masalah perizinan dan kemudian dipaksa pindah atau bahkan disegel. Sebisa mungkin, hindari menggunakan lahan tanah yang problematik seperti trotoar jalan atau pinggiran terminal.

4. Cermati Apakah Lingkungan Sekitar Usaha Kondusif untuk Bisnis yang Kamu Jalankan

memulai usahaSumber Gambar: funadnfreedaegutravel
 

Hal terakhir yang perlu kamu teliti sebelum memulai usaha adalah menentukan lokasi dan melihat lingkungan di sekitar tempat UMKM-mu. Pemilihan lingkungan yang tepat akan mempengaruhi pandangan serta minat konsumen untuk mendatangi usahamu. Apakah daerah tersebut aman di malam hari? Siapa saja yang sering mengunjunginya? Bagaimana kesan pengunjung terhadap daerah tersebut? Seringkali banyak pengunjung yang mengurungkan niat untuk pergi ke suatu tempat karena “Ah, itu kan daerah macet”, atau “Di situ daerahnya kumuh”. Karena itu, jangan sampai pandangan publik yang negatif terhadap suatu lokasi membuat usahamu jadi lesu.

Selain berkaitan dengan pandangan dan minat pelanggan, lingkungan di sekitar bisnismu harus kondusif dan memungkinkanmu untuk berkembang. Misalnya saja, kalau kamu hendak terjun menjual jajanan pasar di lokasi wisata yang memang terkenal, coba lihat apakah sudah banyak pesaing yang menjual produk yang sama? Jika ya, mungkin kamu bisa berpindah lokasi atau memilih menjual produk yang berbeda agar pasar pun nggak jenuh.

Legalkan Usahamu

memulai usahaSumber Gambar: bartelslaw
 

Salah satu langkah penting dalam memulai usaha adalah melegalkan entitas bisnismu. Biasanya, jenis usaha kecil atau perusahaan perseorangan harus mendapatkan status Usaha Dagang (UD) agar secara resmi diakui oleh negara. Berbeda dengan Perusahaan Terbatas (PT) yang minimal dimiliki oleh 2 orang dengan modal minimal tertentu, UD adalah badan usaha dengan pemilik tunggal, sehingga nggak ada pemisahan harta kekayaan antara pemilik dan badan usaha.

Untuk mendapatkan status UD yang legal tersebut, kamu membutuhkan beberapa syarat:

  • Izin domisili usaha
    Ketika mengajukan pendirian UD, kamu harus membuat Surat Pernyataan Persetujuan yang ditandatangani oleh warga sekitar kantor bisnismu. Persetujuan ini harus diberikan oleh tetangga yang berada di depan, belakang, kiri, dan kanan dari alamat pendirian UD, serta dilengkapi dengan persetujuan ketua RT dan RW. Lalu, kamu juga harus membuat peta lokasi UD dengan denah yang akurat.
  • NPWP atas nama pemilik bisnis
    Sebelum mengajukan NPWP atas nama pribadi, kamu wajib memiliki Surat Keterangan Terdaftar (SKT) pada Kantor Pelayanan Pajak setempat. Lalu, kamu pun bisa mengajukan penerbitan NPWP secara online.
  • Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)
    Jika hendak membuka usaha dagang, kamu juga harus memiliki SIUP. Untuk mengajukan berkas ini, siapkan beberapa dokumen seperti: fotokopi KTP pemilik usaha, fotokopi NPWP, surat keterangan domisili, neraca perusahaan, foto pemilik perusahaan, dan surat ijin UD.
  • Tanda Daftar Perusahaan (TDP)
    Setelah mendapatkan dokumen SIUP, kini langkah yang terakhir adalah dengan mengajukan pendaftaran Tanda Daftar Perushaan (TDP). Jika telah disetujui, maka bisnismu pun resmi terdaftar dalam database negara.

Buat Target Bisnis

memulai usahaSumber Gambar: StartupStockPhotos
 

Ketika kamu sudah memutuskan untuk memulai usaha dan membangun bisnis, tentu kamu ingin bisnsimu maju, berkembang, dan menuai kesuksesan. Dalam hal ini, menetapkan target bulanan bisa menjadi langkah awal yang sebaiknya kamu ambil sebelum menjalankan usahamu secara nyata. Pikirkan lagi secara matang-matang, apa yang ingin kamu raih dengan menjalankan usaha ini, ke mana usaha akan dibawa, dan pencapaian awal seperti apa yang perlu kamu dapatkan untuk langkah bisnis berikutnya.

Dengan menentukan target bisnis, termasuk visi dan misi, kamu jadi punya pedoman baku yang bisa kamu jadikan dasar dalam setiap pertimbangan dan pengambilan keputusan bisnis. Nah, pedoman inilah yang akan membantu kamu untuk tetap berada pada jalur yang tepat untuk mencapai tujuan utama bisnismu. Dengan target yang jelas, kamu jadi punya arah dalam menjalankan bisnis, sehingga kamu nggak akan menjalankannya dengan ngawur dan serampangan.

Jangan Eksploitasi Diri Lebih dari Kemampuanmu

memulai usahaSumber Gambar: StartupStockPhotos
 

Di tahap awal memulai usaha, kamu pasti menjalankan bisnis dengan berbagai keterbatasan. Nggak apa, itu adalah hal yang wajar. Lakukanlah hal-hal yang memang perlu kamu lakukan sesuai dengan kapasitas dan kapabilitasmu. Dengan kata lain, jangan memaksakan dirimu lebih dari apa yang bisa kamu lakukan.

Berjuang untuk memajukan bisnis boleh, tapi kalau kamu terlalu memaksakan diri, bisnismu malah bisa jadi berantakan. Coba bayangkan kalau kamu memaksakan diri menjalankan bisnis hingga di luar batas kemampuanmu, lalu tingkat kesehatanmu menurun sehingga kamu malah banyak melakukan kekeliruan. Hal tersebut tentu akan melukai bisnismu di kemudian hari, baik akibatnya fatal atau nggak. Yang jelas, kerugian tetap kamu tanggung.

Menjaga kondisi fisik dan mental agar tetap prima merupakan bagian yang harus kamu lakukan kalau kamu tetap mau jadi pebisnis yang berhasil. Karenanya, kenalilah dirimu, kemampuanmu, dan batas diri yang kamu miliki. Dengan begitu, kamu bisa mengoptimasi langkah-langkah bisnis yang perlu kamu ambil serta menghindari dan mengantisipasi kerugian yang mungkin terjadi pada bisnismu.

Update dengan Perkembangan Teknologi Seputar Bisnis

memulai usahaSumber Gambar: Glassdoor
 

Di zaman modern ini, penting bagi kamu untuk mengikuti perkembangan teknologi. Apalagi kalau bisnismu berada di lingkungan pasar dengan cakupan global. Pasalnya, kebutuhan masyarakat selalu turut berubah seiring dengan perkembangan teknologi.

Masyarakat akan lari ke bisnis-bisnis yang memang bisa memenuhi kebutuhan modern mereka. Kalau kamu nggak ikut serta mengikuti perubahan struktural yang ada, usahamu malah jadi nggak laku karena nggak dibutuhkan oleh target pasar. Karena itu, penting bagi kamu untuk selalu mawas akan perkembangan teknologi di ranah dagang supaya kamu bisa beradaptasi dengan situasi terkini dan tetap memiliki daya saing tinggi.

Baca juga: 21 Tantangan Bisnis yang Akan Dihadapi Setiap Pengusaha


Itu dia berbagai hal yang perlu kamu siapkan sebelum memulai usaha. Nggak cuma modal material, kesiapan lain seperti karakter dan pola pikir juga perlu kamu persiapkan. Jika kamu sudah menyiapkan hal-hal tersebut dengan baik, niscaya usahamu akan terhindar dari berbagai permasalahan usaha yang sebenarnya nggak perlu terjadi. Mengelola bisnis pun jadi lebih mudah dan terarah karena segala sesuatunya sudah direncanakan dengan matang.

Ingat, dalam merintis sebuah usaha, jangan sampai kamu menyepelekan urusan-urusan kecil yang memang perlu dilakukan, termasuk menundanya. Hal-hal seperti itulah yang nantinya bisa membuatmu tersandung. Jadi, alangkah lebih baik jika kamu memulai usaha dengan melakukan perencanaan yang saksama dan mengantisipasi kemungkinan tantangan yang ada dengan mempersiapkan segala kebutuhan yang diperlukan sebelum memulai usaha.

Nah, supaya kamu lebih lihai dalam mengelola bisnis dan melihat peluang usaha, simak juga ya berbagai artikel lain dari LangkahAwal.com. Di situs ini, kamu bisa membaca berbagai tips dan inspirasi bisnis yang bisa berguna bagi strategi dan pengembangan usahamu. Salam pengusaha!

Back to top