Memulai Bisnis Merchandise Beromzet Puluhan Juta Rupiah

Raih Kesempatan Meraup Omzet Puluhan Juta Lewat Bisnis Merchandise

Raih Kesempatan Meraup Omzet Puluhan Juta Lewat Bisnis Merchandise

Di tengah naik dan surutnya berbagai jenis usaha kecil, bisnismerchandise adalah salah satu yang cukup stabil dan tahan lama. Selama puluhan tahun, lini usaha ini terus bertahan ketika beberapa bisnis konvensional lain mulai lesu dengan adanya arus digitalisasi. Bahkan, beberapa pelaku bisnis merchandise justru sukses memanfaatkan revolusi digital dengan memasarkan produknya ke berbagai wilayah Indonesia.

Salah satu faktor yang mendukung bisnis ini terus bertahan adalah karena target pasar yang selalu ada dari tahun ke tahun. Nggak hanya itu, kemudahan mencari bahan baku dan tenaga terampil yang mampu memproduksi merchandise dengan kualitas oke pun cukup banyak di Indonesia. Dengan sustainability yang sudah teruji dan ketersediaan tenaga kerja yang memadai, tentu bisnis ini pantas kamu pertimbangkan jika kamu sedang berencana membuka usaha baru.

Sebagai gambaran, berikut adalah 4 ide merchandise yang populer dan laris di pasaran!

1. T-Shirt

Bisnis Merchandise

Sumber: Pexels
Tidak perlu diragukan lagi, produk merchandise yang paling banyak diminati dari dulu hingga sekarang adalah t-shirt. Mulai dari perusahaan besar, band, acara festival, bahkan hingga berbagai kegiatan sosial sering memilih t-shirt sebagai merchandise untuk para peserta. Alasannya, selain bisa digunakan untuk kegiatan sehari-hari, t-shirt juga media yang cukup pas untuk menunjukkan identitas suatu brand. Karena itulah, barang yang satu ini bisa jadi pilihanmu ketika akan memulai bisnis merchandise.

Dari sudut pandang profit, t-shirt adalah sebuah produk yang sangat menguntungkan. Dengan modal sekitar Rp 30.000 per piece, kamu bisa memasang harga jual dengan keuntungan dua sampai tiga kali lipat. Untuk perkara modal juga kamu nggak perlu pusing. Untuk modal bahan awal, kamu bisa mengakalinya dengan sistem pre-order. Nantinya, uang yang kamu dapat dari pre-order kamu putar untuk keperluan produksi dan sisa keuntungannya bisa kamu alokasikan untuk mengembangkan bisnismu.
Supaya akselerasi bisnismu kian pesat, kamu juga bisa mempelajari skill-skill dasar desain serta mengikuti tren yang sedang hits di masyarakat. Dengan begitu, kamu bisa berkreasi mencipatakan desain T-shirt yang disukai.

Nantinya, jika kamu sudah mulai memiliki jaringan pelanggan dan omzet per bulan sudah stabil, kamu bisa mulai berekspansi. Kamu bisa mulai membuka sebuah usaha konveksi kecil di rumahmu. Dengan kurang lebih Rp 8.500.000 kamu sudah bisa mendapat alat-alat konveksi seperti mesin dan alat jahit, kain, serta mesin press untuk sablon t-shirt sendiri. Seiring pertumbuhan bisnismu, kamu bisa menambah jumlah alat atau pekerja, atau bahkan merambah ke lini merchandise yang lain. Dengan begitu, kamu bisa menerima lebih banyak order dalam skala besar. Cukup menggiurkan, bukan?

2. Topi

Bisnis Merchandise

Sumber: Pexels
Meskipun belum bisa mengalahkan t-shirt, topi adalah salah satu merchandise yang cukup banyak dipilih oleh brand. Apalagi ditambah dengan topi model snapback yang semakin marak digemari oleh remaja, kamu bisa memanfaatkan momentum ini untuk menggali keuntungan dari bisnis merchandise topi.

Untuk biaya produksi, kamu bisa memulai dengan sistem pre-order. Harga produksi untuk sebuah topi itu berkisar Rp 10.000 hingga Rp 35.000, bergantung pada desain maupun material yang digunakan. Untuk harga jual, kamu bisa memasarkannya dengan margin keuntungan 40%-60% per topi. Meskipun memang nggak semenguntungkan t-shirt, topi adalah salah satu merchandise yang memiliki potensi besar karena belum banyak saingannya. Kunci untuk berhasil memasarkan produkmu adalah dengan mencari tahu tren topi terkini yang sedang digandrungi oleh target pasarmu.

Baca juga: Segala Hal yang Perlu Kamu Ketahui tentang Memulai Usaha

3. Gantungan Kunci

Bisnis Merchandise

Sumber: Volusion
Gantungan kunci adalah pilihan merchandise yang nggak lekang dimakan zaman. Mungkin ini dikarenakan gantungan kunci memiliki fungsi penting dalam kehidupan sehari-hari. Apalagi beberapa tahun belakangan, popularitas gantungan kunci kembali booming karena generasi millennial cenderung menyukai hal-hal simbolis maupun filosofis. Mereka memilih gantungan kunci untuk menjadi pernak-pernik yang menunjukkan identitas mereka, baik itu berupa logo hal yang mereka sukai, kutipan, huruf, atau bentuk unik lainnya.

Melihat kestabilan produk ini, tidak ada salahnya memulai bisnis merchandise dengan memproduksi gantungan kunci. Kamu hanya membutuhkan kurang lebih Rp 1.500.000 untuk modal bahan baku di 3 bulan pertama. Dari situ, kamu bisa mulai menjual dengan harga Rp 1.500 hingga Rp 10.000 per piece. Mungkin memang keuntungannya per piece-nya nggak banyak, namun kamu bisa menjualnya dalam jumlah besar.

Coba saja dekati perusahaan-perusahaan atau acara tertentu yang biasanya hendak membuat gantungan kunci sebagai merchandise bagi pesertanya. Berikan nilai tambah pada produk gantungan kuncimu, misalnya dalam hal kualitas atau kamu bisa memberikannya kantung kecil agar kemasannya terlihat lebih elegan dan mewah. Pasti mereka nggak segan untuk membayar harga lebih tinggi hingga Rp 40.000 per piece.

4. Bisnis Merchandise Tote Bag

Bisnis Merchandise

Sumber: BP&O
Jika ingin memulai bisnis merchandise, kamu tentu perlu peka terhadap tren yang sedang berkembang di pasaran. Dari tren tersebut seringkali muncul inspirasi bisnis yang menguntungkan. Salah satunya adalah tren tote bag yang mulai ramai digunakan sebagai merchandise di berbagai acara.

Dengan konsep yang simple dan memiliki fungsi yang banyak dibutuhkan, nggak heran kalau tote bag mulai jadi merchandise modern untuk berbagai acara. Peluang bisnisnya pun menarik karena pangsa pasar yang terus tumbuh dan kemudahan produksi tote bag. Kamu nggak perlu menyiapkan desain super spesial untuk tote bag-mu. Kamu bisa menggunakan kutipan terkenal dari berbagai tokoh dunia, atau juga logo brand dari pemesan merchandise.

Untuk biaya produksi, kamu membutuhkan Rp 20.000 hingga Rp 35.000 untuk tote bag dengan bahan kanvas, sementara untuk bahan blacu mulai dari Rp 15.000 hingga Rp 35.000 per piece. Harga itu tentu bisa menjadi lebih murah jika kamu sudah memiliki tenaga penjahit serta mesin sablon sendiri. Untuk harga jual, kamu bisa menentukannya sendiri tergantung pada pangsa pasar yang kamu targetkan. Dengan trend yang ada saat ini, kamu bisa menjual tote bag produksimu dengan margin keuntungan 70%-150% dari harga produksi. Selama kamu bisa membuktikan kualitas tote bag-mu memang bagus, tentu kedepannya pelangganmu nggak akan ragu untuk membayar dengan harga yang lebih tinggi.

Baca juga: 21 Tantangan Bisnis yang Akan Dihadapi Setiap Pengusaha


Bisnis Merchandise memiliki pasar yang besar karena hingga hari ini banyak brand maupun perusahaan yang masih menggunakannya sebagai bentuk pemasaran maupun untuk kelengkapan suatu acara. Itu sebabnya, bisnis ini akan terus hidup selama strategi pemasaran konvensional masih terus digunakan oleh perusahaan ataupun brand di Indonesia.

Meskipun memiliki pasar yang terjamin, bukan berarti kamu bisa dengan santai mengeksekusi bisnis ini tanpa perencanaan. Kamu harus memahami peta kompetisi sesama vendor merchandise di daerahmu dan bagaimana strategimu untuk bersaing dengan mereka. Salah satu cara yang wajib kamu coba adalah dengan memberikan after sales service yang terbaik. Sehingga nantinya pembeli bukan cuma datang karena kualitas barangmu, tapi juga karena pelayanan yang kamu berikan membuat mereka merasakan banyak kemudahan.

Siap memulai bisnis yang baru? Mampir dulu, yuk, ke Langkahawal.com untuk mendapatkan berbagai artikel yang bermanfaat dalam membantu perencanaanmu!

Back to top