Martabak Mini Rainbow Depok: Langkah Pertama yang Berat

Martabak Mini Rainbow Depok: Si Mungil yang Bikin Ketagihan!

Martabak Mini Rainbow Depok: Si Mungil yang Bikin Ketagihan!

Martabak Mini Rainbow Depok

Siapa sih yang nggak kenal dengan martabak manis, atau terang bulan? Jajanan tradisional Indonesia ini sangat populer di semua kalangan. Kini muncul satu lagi franchise martabak yang nggak kalah enaknya dari martabak-martabak lain: Martabak Mini Rainbow Depok!

Kali ini, Langkahawal akan berbincang-bincang dengan pemilik Martabak Mini Rainbow Depok, Kak Hana, bukan hanya soal martabaknya, namun juga cerita-cerita tentang usahanya! Yuk, simak obrolannya!

Diawali dari saran seorang teman

Martabak Mini Rainbow Depok

Awalnya, nggak terpikir oleh Kak Hana untuk membuka usaha kuliner martabak. Meski dunia kuliner bukan hal yang asing baginya. Sejak dulu, ia sudah menggeluti berbagai usaha di bidang kuliner, mulai dari silky pudding, bento khas Jepang, hingga teh khas Thailand. Semua berkat kecintaannya pada dunia makanan.

Namun, rasa penasaran dan kesukaan berat terhadap dessert akhirnya mendorong Kak Hana dan rekannya untuk membuka usaha Martabak Mini Rainbow Depok. “Saya percaya kalau apapun pekerjaan yang kita lakukan harus bergerak dari hati. Saya suka dessert.” tandasnya.

Kenapa harus martabak?

Martabak Mini Rainbow Depok

Apa alasan Kak Hana memilih usaha martabak? Jawabannya sederhana: “Yang beli martabak itu banyak. Mau sudah berkeluarga atau belum, penggemar martabak itu ada. Jadilah Martabak Mini Rainbow Depok”.

Meski baru berusia dua bulan, Kak Hana sangat aktif mempromosikan usaha kulinernya ini. Mulai dari membuka booth di kawasan Depok, berjualan di acara-acara bazaar, bahkan ikut pasar kaget mingguan!

Nggak cuma itu, Kak Hana juga rajin memasarkan usahanya ke teman-teman dan kenalan. Ini dilakukan lewat akun media sosial Instagram juga aplikasi chatting Whatsapp.

Ada pasar, ada kesempatan. Terkadang, banyak pengusaha yang terlalu khawatir dengan kompetisi, terlepas ingin berkecimpung dalam pasar yang peminatnya luas. Justru ketika adanya tren konsumen yang bisa diobservasi ditambah validasi dari teman-teman dekat berarti sebuah bisnis ada potensial prospeknya.

Hanya saja, mungkin tidak semua orang bisa melihat sejauh itu.

Martabak Mini Rainbow Depok yang lain dari yang lain

Martabak Mini Rainbow Depok

Saat ditanya mengenai keunggulan martabak mini raibow Depok dibanding kompetitor-kompetitor franchise martabak lainnya, jawaban Kak Hana lebih simple lagi: ukurannya yang mini dan lucu!

Memiliki diameter super mungil; cuma 10 cm, target Hana memang anak-anak dan remaja yang seringkali ragu kalau ingin membeli martabak sendirian. “Kalau [ukurannya] besar, mereka ragu mau beli atau nggak. Kalau kecil kan ukurannya pas buat dimakan sendiri.” jelasnya.

Sesuai dengan persona pelanggannya, Hana mematok harga bersahabat untuk setiap jenis martabaknya ini, ditambah dengan 13 topping super lezat yang bikin pelanggannya ketagihan.

Dari sini kita bisa melihat penerapan dari ‘hukum’ bisnis yang penting: “know your audience” atau “kenali target pasarmu!”. Tidak hanya tahu siapa pembeli atau calon pembelinya, Kak Hana juga paham benar tentang apa yang mereka butuhkan dan inginkan.

Anak dan remaja yang tidak bisa menghabiskan sendiri (Atau bosan hanya dengan satu rasa dalam jumlah banyak), lebih tertarik dengan hal yang lebih berwarna, terjangkau, dan cocok dengan nafsu makan mereka. Wajar jika ukuran mini merupakan produk yang paling cocok untuk mereka.

Menghadapi bermacam kendala yang muncul

Martabak Mini Rainbow Depok

Walaupun baru sebulan, bukan berarti perjalanan Martabak Mini Rainbow Depok nggak ada hambatan. Seperti pedagang lainnya, Kak Hana sering dipandang sebelah mata karena menyandang titel ‘pedagang’. Kadang ramai, kadang sepi. Seringkali Hana kewalahan memenuhi pesanan saat ramai, karena semuanya ia lakukan sendiri.

Di sisi yang sama, nggak jarang ia merasa capek saat dagangannya sepi. Saat itulah ia selalu mendapat nasehat-nasehat bisnis dari sang ibu yang dulu juga memiliki usaha dagang; mottonya “Ingat dengan tanggung jawab, nikmati aja prosesnya”.

Tidak ada pelajaran mutiara yang bisa dipetik di sini. Pengalaman ini menunjukkan bahwa, terkadang dalam bisnis, akan ada waktu di mana kamu akan kewalahan mengalami gejolak masalah dan tidak ada yang bisa membantu (apalagi di saat awal-awal). Di saat ujian seperti inilah, kamu harus tetap bertahan, bertahan, dan bertahan!

Pengaruh positif yang dibawakan

Martabak Mini Rainbow Depok

“Saya belajar banyak banget,” pungkasnya, “karena dulu usaha-usaha saya made by order, sekarang saya harus selalu siap dengan pesanan. Saya juga banyak dapat saran dari teman. Misalnya soal packaging, ada teman saya yang nyaranin pakai packaging plastik supaya nggak lengket. Gara-gara Martabak Mini Rainbow Depok ini saya bisa ketemu banyak orang dan tau masing-masing pelanggan tuh kayak apa.”

Punya niat belajar yang tinggi, Hana memutuskan untuk nggak mempekerjakan karyawan dulu. Alasannya simpel; dia mau merasakan bagaimana berdagang langsung dan dapat lebih banyak ilmu lagi. “Mungkin nanti, tapi nggak sekarang.” ucapnya sambil tertawa kecil.

Apa rencana Martabak Mini Rainbow ke depan?

Martabak Mini Rainbow Depok

Namun, di tengah-tengah kesulitan ini justru tidak membutakan Kak Hana dalam melihat kesempatan pengembangan bisnisnya. Terlepas baru berjalan dua bulan, Martabak Mini Rainbow Depok akan berpindah tempat di bulan ini. Langkah yang relatif berani untuk diambil pengusaha awal.

Alasan berpindah tempat ini dikarenakan Kak Hana menemukan tempat baru yang lebih strategis. Tidak hanya cukup oke dalam menarik pengunjung, namun juga lebih sesuai dan nyaman untuk ia yang menjalankan bisnis.

Tidak hanya itu Kak Hana juga memperkirakan bahwa langkah ini akan membawanya semakin dekat dengan impiannya di masa depan, yaitu membuka restoran dessert tempat semua orang bisa menikmati martabak dan manisan favorit mereka dengan menyenangkan.


Usaha kuliner yang dimiliki Hana membuktikan kalau kamu nggak perlu takut memulai, asalkan ada passion yang mendorong dan pasar yang meminta. Meskipun tergolong mempunyai banyak kompetitor, Martabak Mini Rainbow Depok nggak takut untuk menghadirkan inovasi baru dalam produknya.

Penasaran sama rasa dari Martabak Rainbow Mini pertama di Depok ini? Kamu bisa langsung pesan ke Instagram Martabak Mini Rainbow Depok @minirainbow.depok! Untuk kamu yang penasaran dengan tips dan cerita membangun bisnis lainnya, tinggal kunjungi Langkahawal! Yuk, ambil langkah awal kamu membangun bisnis sekarang juga!

Back to top