5 Pilihan Street Food Indonesia Untuk Bisnis Kulinermu

4 Street Food Indonesia dengan Potensi yang Menggiurkan

4 Street Food Indonesia dengan Potensi yang Menggiurkan

Streetfood Indonesia

Dari masa ke masa, bisnis kuliner akan selalu menjadi alternatif yang menggiurkan, apalagi dengan tersedianya begitu banyak pilihan street food Indonesia yang bisa kamu manfaatkan. Meskipun bisa menjadi peluang, tapi di saat yang bersamaan kamu juga tetap perlu berhati-hati dalam memilih street food atau makanan kaki lima yang memiliki prospek baik. Pasalnya, sebagian memang bisa bertahan lama dan tetap dicari banyak orang, namun sebagian lainnya hanya menjadi trend sesaat sebelum akhirnya ditinggalkan.

Untuk mengenal lebih jauh mengenai beberapa rekomendasi street food Indonesia yang layak menjadi produk andalan usahamu, yuk simak pembahasannya berikut!

1. Ayam Goreng

Streetfood Indonesia

Sumber Gambar: Plimbi
Salah satu makanan yang bisa kamu temukan di manapun dan kapanpun di Indonesia tentunya adalah ayam goreng. Mulai dari pedagang kaki lima, franchise, rumah makan keluarga, bahkan hingga restoran berbintang, kamu dapat menjumpai pilihan ayam goreng di menu mereka dengan mudah! Fakta ini sendiri sudah cukup membuktikan bahwa ayam goreng adalah salah satu makanan favorit masyarakat Indonesia.

Melihat minat yang begitu besar serta kepopulerannya yang bisa terus bertahan selama puluhan tahun, ayam goreng adalah salah satu jenis makanan yang patut kamu perhitungkan jika kamu berpikiran untuk memulai bisnis kuliner. Sebenarnya, resepnya pun nggak sulit. Ada begitu banyak juru masak yang mampu memasak ayam goreng yang lezat. Tantangannya, kamu perlu mencari variasi olahan ayam goreng sehingga ayam gorengmu nggak cuma lezat, tapi juga punya pembeda. Variasi itu bisa kamu sisipkan di bumbu ayam, tambahan kremesan, atau bahkan berbagai jenis sambal.

Untuk modal awal seperti satu set gerobak dorong, perangkat masak, hingga beberapa meja dan kursi, kamu membutuhkan sekitar Rp 3.000.000. Sementara untuk kebutuhan operasional seperti nasi, daging ayam, dan semacamnya kamu membutuhkan berkisar Rp 300.000 per hari. Masih cukup terjangkau, bukan? Apalagi mengingat ayam goreng adalah jenis makanan yang mudah untuk dipasarkan sehingga menjanjikan pendapatan yang jumlahnya nggak sedikit.

2. Roti Bakar

Street food Indonesia

Sumber Gambar: My Eat and Travel Story
Masyarakat Indonesia pada umumnya suka nyemil, terutama di saat malam hari atau sedang kumpul bareng teman-teman. Nah, biasanya roti bakar adalah opsi yang banyak dipilih selain mie instan. Itu sebabnya bisnis roti bakar cukup laris di Indonesia. Lihat saja Roti Bakar Eddy yang bisa terus bertahan bahkan membuka cabang di banyak tempat hanya dengan menjual roti bakar dan beberapa pilihan minuman manis.

Untuk modal awal, nggak jauh berbeda dengan kebutuhan merintis bisnis ayam goreng, sekitar Rp 3.000.000. Yang membedakan hanya biaya kebutuhan operasional harian yang lebih murah, yaitu berkisar Rp 100.000 per hari. Sebagai variasi, kamu juga bisa menambahkan berbagai menu minuman manis atau bahkan aneka olahan mie instan juga agar bisa lebih menarik minat pengunjung.

Selain itu, dalam kasus roti bakar kamu pun harus memahami bahwa street food Indonesia yang satu ini paling pas dikonsumsi malam hari. Jadi, sebaiknya atur jam buka warungmu pada malam hari. Kalau siang hari, biasanya orang lebih memilih makanan lain, terutama nasi. Sebagai tambahan, kamu bisa juga menyediakan tempat untuk nobar sepak bola. Nobar adalah salah satu strategi pemasaran yang murah tapi sangat efektif menarik pengunjung. Kan sedap tuh nobar bola sambil nyemil roti bakar!

Baca juga: Segala Hal yang Perlu Kamu Ketahui tentang Memulai Usaha

3. Ayam Geprek

Streetfood Indonesia

Sumber Gambar: Pasta Kangen
Bukan rahasia umum lagi kalau ayam geprek kini menjadi salah satu jenis makanan yang banyak dicari, terutama oleh para penyuka kuliner pedas. Berawal dari kota Jogja, kini sudah nggak terhitung berapa banyak rumah makan yang menjadikan ayam geprek sebagai spesialisasinya. Melihat respon pasar hari ini, bisnis ayam geprek akan bertahan cukup lama.

Kamu bisa memanfaatkan trend ini untuk memulai bisnis kulinermu. Bahkan kamu juga bisa berkunjung ke Jogja untuk mempelajari resep ayam geprek yang orisinil, sehingga ayam geprekmu siap bersaing secara rasa. Untuk modal, kurang lebih mirip dengan berjualan ayam goreng biasa.

Agar ada keunikan, ciptakanlah branding yang unik sehingga pembeli nggak mudah lupa dengan produkmu. Brand yang unik bisa berupa nama brand, dekorasi, kemasan, atau jargon yang nyentrik. Oiya, jangan lupa juga kerja sama dengan penyedia layanan transportasi online, karena mereka bisa cukup membantu untuk memperkenalkan brandmu ke khalayak luas sambil meningkatkan omzet harianmu.

4. Martabak, special Street Food Indonesia

Streetfood Indonesia

Sumber Gambar: Kedai Ku Ka
Dalam beberapa tahun terakhir, martabak adalah primadona kuliner Indonesia. Ada begitu banyak brand baru bermunculan dan berlomba untuk menjajakan martabak yang paling enak. Meskipun bisnis ini menjamur di berbagai penjuru Indonesia, tapi permintaan pasar untuk kuliner ini masih sangatlah tinggi. Martabak sudah mulai lumrah hadir di acara kantor, reuni, atau menjadi santapan malam hari di rumah. Artinya, masih oke banget buat kamu untuk ikutan nyemplung ke bisnis ini!

Jika kamu ingin memulai bisnis kuliner yang memungkinkan untuk memiliki banyak variasi, martabak adalah pilihan yang paling tepat. Dengan rasa manisnya, martabak bisa kamu padukan dengan berbagai bahan lainnya sesuai kreativitas. Kelebihan lain dari martabak adalah ia memiliki pasar yang luas dan beragam. Martabak lumrah dijual dengan harga belasan ribu hingga ratusan ribu, masing-masing tetap laris terjual karena menyasar dua target pasar yang berbeda. Untuk kelas premium, kamu bisa menjualnya di cafe ataupun food court, sementara untuk harga yang lebih terjangkau kamu bisa membuka tenda kecil di pinggir jalan.

Untuk keperluan bahan baku dan peralatan lain seperti gerobak, alat masak, dan tenda, kamu membutuhkan modal sekitar Rp 5.500.000.Tapi, apabila kamu ingin merilis martabak dengan harga yang lebih premium, kamu perlu menambah modal sekitar Rp 3.500.000 untuk dialokasikan pada marketing. Tanpa adanya marketing dan branding yang sesuai, martabakmu akan sulit mendapatkan kesan mewah dan berkelas di mata pelanggan, yang akhirnya mereka pun enggan merogoh kocek lebih dalam untuk membelinya.

Baca juga: 21 Tantangan Bisnis yang Akan Dihadapi Setiap Pengusaha


Kuliner memang salah satu model bisnis menggiurkan yang bisa kamu pilih jika kamu sedang ingin merintis bisnis baru. Selain keinginan pasar yang sudah teruji, modal dan ketersediaan tenaga kerja pun nggak terlalu sulit untuk dipenuhi. Meski begitu, bukan berarti kamu bisa sembarangan dalam merencanakannya, lho! Kamu butuh perencanaan yang matang untuk bisnis apapun, termasuk jika kamu berminat menggeluti bisnis street food Indonesia.

4 produk di atas adalah alternatif street food Indonesia yang bisa kamu pertimbangkan. Untuk memilih mana yang sesuai, kamu harus berkaca ke keadaan daerahmu sendiri. Jika sudah banyak yang menjual ayam goreng dan belum masih belum ada yang menjual ayam geprek, itu artinya kamu bisa mengambil ayam geprek sebagai opsi terbaik. Selain itu, sesuaikan juga dengan daya beli dan gaya hidup masyarakat setempat, karena itu juga akan mempengaruhi makanan mana yang sebaiknya kamu jual.

Jika kamu merasa masih membutuhkan saran atau masukan soal bagaimana cara memulai bisnis baru, coba berkunjung ke Langkahawal.com untuk mendapatkan berbagai artikel yang bermanfaat dalam membantumu merintis usahamu!

Back to top