Pastikan 7 Hal Ini Tertera di Kemasan Produk Olahanmu!

Punya Bisnis Makanan Olahan? Jangan Lewatkan 7 Hal Ini di Kemasan Produkmu!

Punya Bisnis Makanan Olahan? Jangan Lewatkan 7 Hal Ini di Kemasan Produkmu!

kemasan produk

Kamu tahu kan kalau kemasan sama saja dengan wajah dari suatu produk? Apa yang terlihat di kemasan produk makanan bisa sangat mempengaruhi keputusan calon konsumen untuk membeli produkmu atau nggak. Hal tersebut akan bergantung dari seberapa besar mereka tertarik akan produk yang kamu tawarkan melalui kemasan yang terpampang, apalagi kalau momen tersebut adalah pertama kalinya bagi mereka untuk melihat produkmu di pasar.

Karenanya, jangan sampai calon-calon konsumenmu kabur hanya karena kemasan produk yang terlihat asal! Nah, agar hal tersebut nggak kejadian, kamu perlu memastikan kemasan produkmu mencakup informasi-informasi yang dapat meyakinkan mereka bahwa produkmu terjamin!

Apa saja sih hal-hal yang harus kamu cantumkan di kemasan produk panganmu? Yuk, simak ulasan berikut!

1. Nama Produk

kemasan produkSumber Gambar: behance.net
 

Nama produk tentunya menjadi hal utama yang harus ada di kemasan produk. Pasalnya, tanpa nama produk, konsumen dan pihak-pihak lain akan kesulitan untuk mengenali produk terkait. Karena ditujukan untuk fungsi identifikasi, maka ada baiknya jika nama produk yang diberikan dapat memberikan informasi mengenai produk tersebut.

Misalnya, jika kamu menjual keripik kentang, berilah nama produk yang dapat mengindikasikan bahwa produk tersebut adalah keripik yang terbuat dari kentang, seperti “Pota-Chips”, “Crisptato”, dan sebagainya.

Dengan begitu, pihak luar pun juga akan merasa bahwa brand yang kamu tetapkan sesuai/cocok dengan produk yang kamu tawarkan. Alhasil, produkmu pun akan dilihat lebih kredibel di mata calon konsumen sehingga dianggap nggak asal-asalan, terpercaya, dan nggak menipu.

2. Komposisi

kemasan produkSumber Gambar: IDN Times
 

Komposisi dari produk makanan yang kamu tawarkan pada konsumen harus jelas. Tujuannya adalah agar calon konsumen tahu bahan-bahan apa saja yang akan mereka konsumsi. Dengan mencantumkan komposisi secara jelas di kemasan produk, konsumen juga dapat menilai apakah produk yang kamu jual itu aman atau nggak untuk dikonsumsi.

Oleh sebab itu juga, dengan memberikan informasi bahan-bahan yang kamu gunakan secara jelas kepada konsumen, mereka dapat mengantisipasi kejadian-kejadian yang nggak diinginkan. Misalnya, ketika kamu menjual biskuit dengan campuran kacang untuk citarasa yang unik dan kamu menyatakan dengan jelas bahwa produk tersebut mengandung kacang, calon pembeli yang ternyata memiliki alergi terhadap kacang-kacangan jadi bisa mawas diri dan menghindari produkmu sehingga nggak terkena serangan alergi. Hal serupa juga berlaku bagi calon konsumen dengan pantangan tertentu. Dengan begitu, produkmu pun juga jadi lebih aman terhadap berbagai protes dari konsumen yang mengeluhkan bahwa produkmu nggak sesuai dengan harapan mereka.

Sebaliknya, dengan mencantumkan informasi tersebut di daftar komposisi, calon konsumenmu yang memang ternyata adalah penggemar kacang-kacangan malah bisa bersemangat untuk membeli produkmu ketika mereka membaca bahwa produkmu mengandung kacang dan bukan hanya sekadar biskuit biasa. Maka dari itu, jangan pernah menganggap remeh untuk mencantumkan komposisi makanan yang kamu gunakan, ya!

3. Berat Bersih (Netto)

kemasan produkSumber Gambar: Distancehiking.com
 

Informasi mengenai berat bersih juga perlu kamu berikan kepada konsumen. Hal ini bertujuan untuk memberi tahu konsumen seberapa banyak produk yang akan mereka dapatkan dalam suatu kemasan. Dengan begitu, konsumen nggak akan merasa tertipu jika ia berpikir hanya kemasannya saja yang besar, karena kamu sudah menyatakan dengan jelas netto yang terkandung di dalamnya.

Informasi ini juga bisa dijadikan bahan pertimbangan oleh konsumen untuk mengukur apakah produk yang didapatkan akan setimpal dengan biayanya. Dengan begitu, mereka pun bisa menjadi pembeli yang bijak dan produkmu pun nggak akan mendapat keluhan soal isi dan kemasan produk yang nggak sesuai.

Baca juga: 21 Tantangan Bisnis yang Akan Dihadapi Setiap Pengusaha

4. Tanggal Kadaluarsa

kemasan produkSumber Gambar: Healthline
 

Ketika menjual produk makanan berkemasan, sudah menjadi keharusan bagi kamu untuk mencantumkan tanggal kadaluarsa. Dengan melakukan hal ini, calon pembeli bisa mengetahui bahwa produk yang akan mereka beli masih layak untuk dikonsumsi. Hal ini tentunya juga bisa menghindarkan mereka dari mengonsumsi produk yang akan menimbulkan masalah kesehatan.

Satu tips yang bisa kamu gunakan dalam mencantumkan tanggal kadaluarsa, terutama untuk produk yang cukup tahan lama, kamu sebaiknya memajukan 3 bulan sebelum waktu saat produk benar-benar sudah nggak bisa dikonsumsi. Misalnya, ketika kamu memproduksi camilan yang mampu bertahan hingga 12 bulan, ketika kamu memproduksinya pada bulan awal Februari 2017, ada baiknya jika kamu mencantumkan tanggal kadaluarsa pada akhir Oktober 2017.

5. Kode Produksi

kemasan produkSumber Gambar: my daily product review
 

Kode produksi adalah kode yang dapat memberikan penjelasan mengenai riwayat proses produksi dari sebuah barang. Kode ini biasanya berlaku pada satu gelombang produksi dari semua barang yang dibuat secara bersamaan. Kode itu sendiri terdiri dari keterangan tanggal dan urutan gelombang produksi. Dengan demikian, konsumen bisa terbantu dalam mengetahui apakah produk yang akan mereka dapatkan masih baru atau sudah lama diproduksi.

Di sisi lain, bagi produsen, pencantuman kode produksi akan sangat membantu dalam proses pengawasan kualitas. Misalnya, ketika sample dari suatu gelombang produksi menunjukkan adanya kontaminasi, maka kamu bisa langsung mengidentifikasi dan membedakan unit mana saja yang juga tercemar dengan menemukan kemasan-kemasan yang memiliki kode produksi sama. Hal ini tentunya akan membuat proses pemilahan menjadi efisien, karena kamu nggak perlu memusnahkan semua produk yang sudah selesai diproduksi, terutama produk yang memang seharusnya masih layak jual.

6. Nama dan Alamat IRTP

kemasan produkSumber Gambar: Kompasiana
 

IRTP merupakan singkatan dari Industri Rumah Tangga Pangan. IRTP sendiri merujuk pada perusahaan pangan yang memiliki tempat usaha di tempat tinggal dengan peralatan pengolahan pangan manual hingga semi-otomatis.

Jadi, dengan mencantumkan nama IRTP-mu, kamu sudah memperkenalkan diri sebagai produsen pangan dari industri rumahan. Menyertakan alamat IRTP dalam kemasan produk makanan dari bisnis UMKM-mu bisa membuat calon konsumen tahu di mana produkmu diproduksi. Dengan demikian, mereka juga tahu bahwa produkmu berasal dari industri yang jelas operasinya.

7. Nomor PIRT

kemasan produkSumber Gambar: Elevania
 

Sebelum memasarkan produk pangan ke masyarakat, kamu perlu mendapatkan nomor PIRT. Nomor PIRT merupakan nomor perizinan untuk pangan industri rumah tangga. Nomor ini bisa kamu dapatkan dari Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.

Mencantumkan nomor ini pada kemasan produk makanan yang kamu jual berarti kamu sudah memberikan jaminan bahwa produk tersebut sudah memenuhi standar keamanan pangan atau izin edar produk pangan. Izin ini hanya akan diberikan bagi produk pangan dengan tingkat risiko rendah. Oleh karena itu, izin ini nggak bisa kamu peroleh untuk produk-produk seperti susu, daging mentah, dan alkohol.

Perlu kamu ketahui, nomor ini terdiri dari 15 digit angka dan hanya akan diberikan bagi produk pangan yang memiliki daya tahan di atas tujuh hari. Nomor ini memiliki masa berlaku selama lima tahun dan dapat diperpanjang setelahnya. Di sisi lain, jika produkmu merupakan hasil olahan pangan yang nggak bisa tahan hingga tujuh hari, maka nomor yang kamu dapatkan akan masuk ke golongan Layak Sehat Jasa Boga dan hanya berlaku hingga tiga tahun.

Baca juga: Cara Meningkatkan Variasi Produk Serta Kegunaannya


Itu dia tujuh hal utama yang perlu kamu cantumkan di kemasan produk makananmu. Setelah membaca ulasan tadi, semoga kamu lebih cermat lagi dalam mendesain kemasan produkmu sehingga nggak ada lagi hal-hal penting yang tertinggal untuk dicantumkan! Dengan begitu, calon pembeli pun akan lebih yakin bahwa produk yang kamu tawarkan jelas produsen, bahan, dan perizinannya.

Nah, jika kamu butuh berbagai informasi lain terkait pengembangan UMKM, kamu bisa langsung mengunjungi LangkahAwal.com untuk mendapatkan tips-tips usaha inspiratif yang bermanfaat bagi kemajuan bisnismu! Dengan banyak-banyak membaca, kamu bisa mendapatkan berbagai informasi untuk memperluas wawasan kamu soal pengembangan bisnis. Jadi, jangan ragu-ragu untuk terus menggali informasi dan berusaha menjalankan bisnismu. Selamat berusaha!

Back to top